Ada Ledakan dan Kebakaran Hebat, Siapa Pemilik PT Freeport Indonesia?

oleh -1371 Dilihat
smelter gresik
Tangkapan layar video kebakaran smelter Freeport Indonesia di KEK JIIPE, Gresik, pada Oktober 2024 lalu. (Foto: Ist)

KabarBaik.co- Petaka terjadi di smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE Manyar, Kabupaten Gresik, Jatim. Senin (14/10) petang, amuk api terjadi di kawasan tersebut. Kabarnya, sumber api berasal dari operasional pabrik Asam Sulfat.

Sejauh ini, belum ada keterangan resmi kronologi terjadinya kebakaran di PTFI tersebut. Yang pasti, si jago merah telah berhasil dikendalikan. Pihak PTFI juga mengklaim tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Namun, dari video amatir yang banyak beredar, kobaran api tampak membumbung tinggi. Bahkan, terdengar ledakan hebat. Dari rekaman juga terlihat kepanikan karyawan.

Area petaka di KEK Gresik itu merupakan salah satu industri pengolahan tambang milik PT FI. Selain di KEK Gresik, PTFI juga memiliki pabrik smelter lain di wilayah Gresik. Yakni, PT Smelting yang berlokasi di Jalan Raya Roomo, Manyar. Satu lagi, PTFI juga memiliki pabrik penambangan besar di wilayah Provinsi Papua.

Lantas, siapa pemilik PTFI? Dari data yang dihimpun KabarBaik.co, pemilik saham mayoritas PTFI saat ini adalah Pemerintah Republik Indonesia (RI). Rincian kepemilikan saham, Pemerintah RI 51,23 persen melalui dua perusahaan BUMN, yaitu PT Mineral Industri Indonesia (Persero) (Inalum): memiliki 41,23 persen saham dan PT Indonesia Papua Metal & Mineral 10 persen.

Selain dimiliki Pemerintah Ri, Freeport-McMoRan memiliki saham sebesar 48,77 persen. Perusahaan ini merupakan perusahaan asal Amerika Serikat (AS), yang sebelumnya merupakan pemilik mayoritas saham PT Freeport.

Perubahan kepemilikan saham itu terjadi pada tahun 2018, di mana Pemerintah RI mengakuisisi 51,2 persen saham PT Freeport. Hal ini merupakan hasil dari negosiasi panjang antara Pemerintah RI dan Freeport-McMoRan, dengan tujuan untuk meningkatkan nilai tambah bagi Indonesia dari sektor pertambangan.

Dengan kepemilikan saham mayoritas itu diharapkan Pemerintah Indonesia memberikan kendali yang lebih besar atas pengelolaan sumber daya alam di dalam negeri. Selain itu, Pemerintah Indonesia mendapatkan porsi yang lebih besar dari keuntungan PT Freeport, yang dapat digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Juga ada kontribusi pada pemerintah daerah. Baik Papua maupun Gresik, Jatim.

Belakangan, telah ada rencana untuk meningkatkan lagi kepemilikan saham Pemerintah Indonesia di PT Freeport menjadi 61 persen. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.