Aksi Kolaboratif Freeport Indonesia Perkuat Upaya Pelestarian Lingkungan Berkelanjutan

oleh -358 Dilihat
Kegiatan penanaman mangrove ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang dilaksanakan di kawasan tambak Desa Karangrejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Sabtu (6/6), sekaligus menjadi bagian dari target penanaman 50.000 bibit mangrove di kawasan konservasi yang dikelola PTFI. (Foto: Ist)
Kegiatan penanaman mangrove ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang dilaksanakan di kawasan tambak Desa Karangrejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Sabtu (6/6), sekaligus menjadi bagian dari target penanaman 50.000 bibit mangrove di kawasan konservasi yang dikelola PTFI. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Gresik – Semangat kolaborasi ditunjukkan PT Freeport Indonesia (PTFI) dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026. PTFI melibatkan pemerintah, masyarakat, pelajar, dan karyawan dalam berbagai aksi nyata untuk memperkuat pelestarian lingkungan. Khususnya di wilayah Kabupaten Gresik.

Pada Hari Lingkungan Hidup 2026, perusahaan raksasa ini mengangkat tema “Be the Solution, Not the Pollution: Recycle and Conserve”. Seluruh rangkaian kegiatan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam mendorong keberlanjutan lingkungan.

Rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 yang diselenggarakan PTFI ditutup dengan Aksi Bersih Pantai di Pantai Kemukem, Desa Kramat, Kecamatan Bungah, Gresik. Aksi nyata ini diikuti sekitar 400 peserta dari pemerintah daerah, masyarakat, pelajar, komunitas lingkungan, serta karyawan dan mitra perusahaan.

Kegiatan ini mendukung pengelolaan sampah pesisir sekaligus memperkuat program berbasis masyarakat melalui inisiatif Waste for Waste. Wakil Presiden Direktur PTFI Jenpino Ngabdi mengatakan, keberhasilan operasional perusahaan harus berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Bagi kami, komitmen terhadap lingkungan bukan sekadar kewajiban, melainkan bagian integral dari keberlanjutan operasional serta tanggung jawab kepada pemerintah dan masyarakat,” kata Jenpino.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, mengatakan rangkaian kegiatan peduli lingkungan yang dilakukan PTFI menjadi contoh kolaborasi yang menghasilkan dampak nyata.

“Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata dan komitmen berkelanjutan dalam menjaga lingkungan. Mulai dari Aksi Bersih Pantai hingga penanaman mangrove, langkah-langkah ini sangat menginspirasi Pemerintah Kabupaten Gresik untuk memulai dari hal-hal yang terdekat,” katanya.

Pantai Kemukem dipilih karena merupakan bagian dari ekosistem pesisir dan mangrove yang memiliki nilai ekologis tinggi, namun juga menjadi lokasi penumpukan sampah kiriman dari aliran sungai. Dalam kegiatan tersebut, sekitar 1,6 ton sampah berhasil dikumpulkan dari area seluas sekitar 500 meter persegi.

Seluruh sampah dipilah berdasarkan jenisnya. Sampah anorganik disalurkan ke bank sampah untuk didaur ulang, sampah organik diolah menjadi kompos, sementara residu dikelola sesuai ketentuan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik.

Afandi, nelayan warga Desa Kramat, mengatakan program tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Harapan kami program ini terus berlanjut dan memberi manfaat bagi lingkungan. Nilai manfaatnya banyak, warga diberdayakan dan lingkungan kami jadi bersih. Sekarang lingkungannya juga lebih enak dipandang, pasir-pasirnya mulai terlihat, dan insyaallah ikan-ikan datang,” katanya.

Selain aksi bersih pantai, PTFI juga menggelar penanaman mangrove di Desa Karangrejo yang melibatkan sekitar 350 peserta dari berbagai kalangan. Penanaman dilakukan dengan pendekatan silvofishery yang mengintegrasikan konservasi mangrove dengan budidaya tambak sehingga memberikan manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari target penanaman 50.000 bibit mangrove di kawasan konservasi yang dikelola PTFI.

Rangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup PTFI juga mencakup Environmental Awareness Workshop dan Student Exhibition yang mendorong edukasi serta partisipasi publik melalui pendekatan kolaboratif, termasuk konservasi sungai dan penguatan peran pelajar melalui karya berbasis Citizen Science.

Di lingkungan internal perusahaan, PTFI menyelenggarakan berbagai kegiatan yang melibatkan karyawan dan kontraktor, antara lain donor darah, program housekeeping dan pemilahan sampah, Environmental Smart Quiz, seminar Lunch & Learn, serta Monthly Contractor Meeting. Seluruh kegiatan tersebut bertujuan memperkuat budaya keselamatan, kepatuhan, dan keberlanjutan dalam operasional perusahaan.

Melalui rangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup 2026, PTFI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dan mendorong aksi nyata dalam menjaga lingkungan. Pendekatan yang terintegrasi, mulai dari konservasi hingga pengelolaan sampah, diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.