KabarBaik.co, Pasuruan – Upaya menekan angka stunting terus digencarkan melalui kolaborasi lintas sektor. Di tengah masih tingginya kasus stunting, intervensi pemenuhan gizi anak menjadi langkah penting yang terus didorong, termasuk di Kota Pasuruan.
Salah satu upaya tersebut dilakukan PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) melalui program CSR Protein Cegah Stunting. Program ini menyasar 50 anak yang terindikasi stunting di Kota Pasuruan dengan pemberian asupan protein hewani secara berkelanjutan.
Sebanyak 3.000 butir telur disalurkan kepada para penerima manfaat. Setiap anak mendapatkan 60 butir telur per bulan selama enam bulan. Bantuan ini diharapkan mampu mendukung kebutuhan gizi harian anak, khususnya dalam masa pertumbuhan yang krusial.
Pelaksanaan program dipusatkan di Alfamidi Super Panglima Sudirman, dan turut melibatkan Dinas Kesehatan Kota Pasuruan. Selain penyaluran bantuan, kegiatan ini juga diiringi pemantauan tumbuh kembang anak oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Kebonagung, Puskesmas Kebonsari, dan Puskesmas Sekargadung. Pemantauan dilakukan melalui pengukuran tinggi dan berat badan secara berkala.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, dr. Ahmad Shohib, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. “Dukungan dari sektor swasta menjadi bagian penting dalam mempercepat penurunan angka stunting, khususnya melalui pemenuhan gizi anak,” jelasnya, Rabu (15/4).
Ia menegaskan, stunting masih menjadi tantangan serius di Kota Pasuruan. Karena itu, diperlukan upaya bersama yang berkelanjutan, baik dari pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat.
Sementara itu, Branch Manager Alfamidi Cabang Pasuruan, Deni Firmanto, mengatakan program ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
“Melalui program Protein Cegah Stunting ini, kami berharap dapat membantu pemenuhan gizi anak agar mereka dapat tumbuh lebih sehat dan optimal,” ujarnya.
Program ini menjadi salah satu contoh nyata sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menangani persoalan stunting, yang tidak hanya membutuhkan intervensi jangka pendek, tetapi juga komitmen berkelanjutan demi menciptakan generasi yang lebih sehat di masa mendatang.







