Ancaman Nyata, Singa Atlas Maroko Tak Lagi Sekadar Kuda Hitam

oleh -111 Dilihat
MAROKO

KabarBaik.co, Jakarta- Empat tahun lalu, banyak orang menganggap keberhasilan Timnas Maroko menembus semifinal Piala Dunia 2022 sebagai kejutan besar. Kini, situasinya berbeda. Menjelang Piala Dunia 2026, Maroko tidak lagi dipandang sebagai tim kejutan, melainkan salah satu kekuatan paling berbahaya di luar negara-negara elite Eropa dan Amerika Selatan.

Status tersebut muncul karena Singa Atlas justru terlihat semakin matang setelah mencetak sejarah di Qatar. Ranking FIFA yang terus berada di papan atas dunia, ditambah perkembangan para pemain bintangnya di klub-klub elite Benua Biru, membuat Maroko datang dengan ekspektasi jauh lebih besar dibanding empat tahun lalu.

Kini, pertanyaannya bukan lagi apakah Maroko bisa membuat kejutan, melainkan seberapa jauh mereka mampu melangkah.

Hakimi dan Diaz Jadi Simbol Kekuatan Baru

Nama Achraf Hakimi tetap menjadi wajah utama Maroko menuju Piala Dunia 2026. Bek kanan Paris Saint-Germain (PSG) itu dianggap sebagai pemimpin generasi emas Singa Atlas yang mulai memasuki usia terbaik dalam karier mereka. Namun kekuatan Maroko saat ini tidak hanya bertumpu padanya.

Kehadiran Brahim Diaz membuat kualitas lini serang meningkat drastis. Pemain Real Madrid tersebut kini menjadi salah satu sosok paling kreatif yang dimiliki Maroko. Kemampuan Diaz bermain di berbagai posisi menyerang memberi fleksibilitas besar dalam sistem permainan Mohamed Ouahbi.

Selain itu, Maroko masih memiliki fondasi kuat dari generasi yang mencetak sejarah di Qatar 2022. Nama-nama seperti Yassine Bounou, Sofyan Amrabat, Nayef Aguerd, Noussair Mazraoui, hingga Azzedine Ounahi tetap menjadi tulang punggung tim.

Kombinasi pengalaman dan regenerasi inilah yang membuat Maroko dinilai lebih siap dibanding edisi sebelumnya. Yang menarik, Maroko juga mulai berani memasukkan talenta muda baru seperti Ayyoub Bouaddi yang disebut sebagai salah satu gelandang muda paling menjanjikan di Eropa.

Kehadiran pemain-pemain baru membuat kedalaman skuad mereka terlihat lebih kuat dibanding saat menembus semifinal pada 2022.

Mohamed Ouahbi Usung Energi Baru 

Piala Dunia 2026 juga menjadi panggung besar pertama bagi Mohamed Ouahbi sebagai pelatih tim senior Maroko. Pelatih yang sukses membawa Maroko menjuarai Piala Dunia U-20 pada 2025 itu dipercaya menggantikan Walid Regragui dan membawa pendekatan baru yang lebih agresif.

Meski masih mempertahankan fondasi disiplin bertahan yang menjadi ciri khas Maroko, Ouahbi mulai memberi kebebasan lebih besar kepada pemain-pemain kreatif di lini depan.

Banyak pengamat melihat perubahan tersebut membuat Maroko menjadi tim yang lebih fleksibel. Mereka tidak lagi hanya mengandalkan organisasi pertahanan dan serangan balik, tetapi juga mulai mampu mengontrol permainan ketika menghadapi lawan yang levelnya berada di bawah mereka.

Kehadiran Ouahbi juga membawa nuansa regenerasi yang cukup terasa. Beberapa pemain muda yang sebelumnya belum mendapat kesempatan kini mulai menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang Singa Atlas.

Pertahanan Masih Kuat, Ada Kekhawatiran Cedera

Meski kualitas skuad mendapat banyak pujian, Maroko tetap membawa beberapa tanda tanya menuju turnamen bola sejagad ini. Salah satu perhatian terbesar adalah kondisi Nayef Aguerd. Bek tengah yang menjadi salah satu pilar pertahanan sempat mengalami masalah cedera menjelang pengumuman skuad. Meski tetap dipanggil, kondisi kebugarannya masih terus dipantau.

Selain itu, keputusan tidak membawa Youssef En-Nesyri juga menjadi perdebatan karena Maroko kehilangan salah satu penyerang paling berpengalaman mereka. Namun staf pelatih tampaknya lebih memilih memberi ruang kepada generasi baru di lini depan.

Walau begitu, mayoritas analisis tetap menilai lini belakang Maroko sebagai salah satu yang terbaik di luar negara-negara favorit juara. Kombinasi Hakimi, Mazraoui, Aguerd, hingga Bounou membuat mereka tetap sangat sulit ditembus dalam pertandingan besar.

Peluang di Fase Grup

Di fase grup, Maroko tergabung bersama Brasil, Skotlandia, dan Haiti. Brasil tetap dipandang sebagai unggulan utama grup C karena kualitas individu pemain dan pengalaman mereka di turnamen besar. Namun Maroko dianggap memiliki peluang sangat besar untuk menjadi pendamping Brasil menuju fase gugur.

Laga melawan Brasil bahkan disebut sebagai salah satu pertandingan paling menarik di Grup C. Organisasi permainan yang disiplin dan kekuatan transisi cepat Maroko dinilai berpotensi menyulitkan Selecao jika mereka gagal tampil efektif.

Sementara itu, Skotlandia diperkirakan menjadi pesaing langsung Maroko dalam perebutan posisi dua besar grup. Tim Eropa tersebut dikenal memiliki permainan fisik dan intensitas tinggi, tetapi kualitas individu Maroko dianggap sedikit lebih unggul.

Di sisi lain, Haiti datang sebagai tim yang paling tidak diunggulkan. Meski tetap berpotensi memberi kejutan, banyak prediksi menempatkan Maroko dan Brasil sebagai dua tim terkuat di grup ini.

Dengan pengalaman semifinalis Piala Dunia, kedalaman skuad yang semakin baik, serta generasi pemain yang memasuki usia emas, Singa Atlas kini dianggap memiliki peluang realistis untuk kembali menciptakan perjalanan panjang di Piala Dunia 2026. Bahkan, tidak sedikit yang mulai percaya Maroko bisa menjadi negara Afrika pertama yang menembus final Piala Dunia jika mampu menjaga konsistensi permainan mereka.

Susunan Pemain di Piala Dunia 2026

Penjaga Gawang

Yassine Bounou (Al Hilal), Munir El Kajoui (RS Berkane), Ahmed Reda Tagnaouti (AS FAR).

Bek

Achraf Hakimi (Paris Saint-Germain), Noussair Mazraoui (Manchester United), Nayef Aguerd (Olympique Marseille), Chadi Riad (Crystal Palace), Issa Diop (Fulham), Anass Salah-Eddine (PSV Eindhoven), Zakaria El Ouahdi (Genk), Redouane Halhal (KV Mechelen), Youssef Belammari (Al Ahly).

Gelandang

Sofyan Amrabat (Real Betis), Azzedine Ounahi (Girona), Bilal El Khannouss (VfB Stuttgart), Ismael Saibari (PSV Eindhoven), Neil El Aynaoui (AS Roma), Ayyoub Bouaddi (Lille), Samir El Mourabet (Strasbourg).

Penyerang

Brahim Diaz (Real Madrid), Ayoub El Kaabi (Olympiacos), Soufiane Rahimi (Al Ain), Abde Ezzalzouli (Real Betis), Chemsdine Talbi (Sunderland), Yassine Gessime (Strasbourg), Ayoube Amaimouni (Eintracht Frankfurt)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.