Asal-usul Nama Dusun Kedung Bajul Kertosono Nganjuk, Kisah Perjuangan Cinta Jopo Pawiro dan Kesaktian Cambuk Pusaka

oleh -126 Dilihat
Sungai Brantas Kertosono yang konon merupakan Kedung (lubang) ribuan buaya.
Sungai Brantas Kertosono yang konon merupakan Kedung (lubang) ribuan buaya.

KabarBaik.co, Nganjuk — Kabupaten Nganjuk tidak hanya kaya akan potensi alam, tetapi juga menyimpan segudang cerita rakyat yang melegenda.

Salah satu kisah yang paling melekat di hati masyarakat adalah asal-usul nama Desa Kedung Bajul yang berada di Kecamatan Kertosono.

Kisah ini berakar dari perjuangan cinta yang tulus namun terbentur oleh restu orang tua akibat perbedaan status sosial.

Sejarawan Nganjuk, Sukadi, mengungkapkan bahwa inti dari konflik cerita ini bermula dari status ekonomi Jopo Pawiro yang dipandang sebelah mata oleh ayah sang kekasih.

“Masalahnya, Jopo Pawiro dikenal sebagai pemuda miskin, anak seorang pedagang santan yang miskin, tinggal di sebuah rumah tua dekat hutan. Sedangkan Rengganis adalah anak seorang kepala desa setempat yang dikenal kaya dan tamak,” ujar Sukadi yang juga tergabung dalam tim Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Nganjuk, Senin (25/5).

Pria yang juga penggiat Komunitas Pecinta Sejarah dan Ekologi Kabupaten Nganjuk (Kota Sejuk) ini melanjutkan, hubungan yang tidak direstui ini memuncak pada kemarahan besar sang kepala desa.

Mengetahui putrinya menjalin hubungan terlarang di tepi sungai dekat hutan, sang ayah murka hingga membuat sang ibu ketakutan dan mencegat Rengganis di tengah jalan agar tidak pulang ke rumah. Pertemuan dramatis antara ibu dan anak itu pun tak terhindarkan.

“Ayah melarang anakku berhubungan dengan Jopo Pawiro, bila anakku tetap nekat, ayah tidak segan-segan mengusirku,” lanjut Sukadi menirukan dialog sang ibu dalam narasi sejarah lisan itu.

Akibat pengusiran Jopo Pawiro ke dalam hutan dan larangan untuk saling bertemu, Rengganis jatuh sakit keras. Tidak ada satu pun tabib yang mampu menyembuhkannya, hingga akhirnya kepala desa terpaksa menjemput Jopo Pawiro demi kesembuhan putrinya.

Namun, restu tidak diberikan secara cuma-cuma. Jopo Pawiro diberi syarat mustahil, membabat hutan angker di sekitar sungai dalam waktu satu hari satu malam.

Menurut Sukadi, di tengah keputusasaan itu, Jopo Pawiro mendapatkan kekuatan magis berupa pecut atau cambuk pusaka setelah didatangi mendiang ayahnya lewat mimpi.

Saat mulai membabat hutan, ia berhadapan dengan pohon raksasa yang mengeluarkan darah saat ditebas, yang ternyata merupakan jelmaan dari ribuan buaya penunggu kedung (lubang lubuk sungai).

“Saya tidak mempedulikan itu semua, sebelum pekerjaan ini selesai, saya tidak akan berhenti, bila buaya-buaya ingin memangsaku silakan, tapi rasakan sengan cemethiku ini,” kata Sukadi, menggambarkan ketegasan Jopo Pawiro saat mengancam kawanan reptil tersebut dengan cambuk pusakanya.

Berkat kesaktian cambuk tersebut, ribuan buaya itu menyerah dan justru berbalik membantu Jopo Pawiro membabat seluruh hutan hingga bersih sebelum fajar menyingsing.

Sukadi menjelaskan bahwa peristiwa supranatural inilah yang menjadi esensi utama dari penamaan wilayah tersebut.

Sebagai penutup, Sukadi memaparkan bagaimana Jopo Pawiro akhirnya mengabadikan momen luar biasa tersebut menjadi sebuah nama tempat yang kita kenal hingga hari ini.

“Untuk mengingat peristiwa ribuan buaya yang berhasil membantu Jopo Pawiro membabat hutan dan tempat persembunyian buaya-buaya itu, Jopo Pawiro memberi sebutan Kedung Bajul,” pungkas Sukadi.

Pascakejadian tersebut, Jopo Pawiro akhirnya resmi mempersunting Lambang Ayu Rengganis. Sementara kawasan kedung tempat berkumpulnya ribuan buaya (bajul) itu lambat laun tumbuh menjadi sebuah permukiman padat yang kini dikenal sebagai Dusun Kedung Bajul Desa Drenges Kecamatan Kertosono, Nganjuk.

Cerita ini menjadi warisan tutur yang mengingatkan generasi muda akan pentingnya kegigihan, ketulusan rasa, dan penghormatan terhadap alam serta leluhur.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.