KabarBaik.co, Surabaya – Manajemen Ascott Waterplace Surabaya menyampaikan ungkapan duka cita yang mendalam atas insiden kecelakaan kerja yang terjadi di lingkungan Waterplace Residents Surabaya pada Senin (2/3) sore.
Seorang pekerja pembersih kaca meninggal setelah gondolanya terombang-ambing diterjang angin kencang. Peristiwa tersebut terjadi di tengah cuaca ekstrem berupa hujan badai dan angin kencang yang melanda kawasan tersebut.
Melalui pernyataan resminya, Senior Marketing Communication Executive Ascott Waterplace Surabaya Mohammad Syaroni memberikan klarifikasi untuk meluruskan informasi mengenai lokasi dan manajemen area terdampak. Ia menegaskan bahwa insiden tersebut terjadi di Tower D2 – Waterplace Residents, yang secara operasional berbeda dengan Ascott Waterplace Surabaya.
“Perlu kami sampaikan bahwa Tower D2 merupakan apartemen dengan kepemilikan unit perseorangan yang berada di bawah manajemen Waterplace Area. Hal ini berbeda dan terpisah sepenuhnya dari Tower D1, tempat The Ascott Limited mengoperasikan serviced apartment Ascott Waterplace Surabaya,” jelas Syaroni dalam keterangannya, Selasa (3/3).
Syaroni menjelaskan bahwa Tower D1 dikelola secara profesional sebagai bagian dari jaringan internasional The Ascott Limited yang berkantor pusat di Singapura. Berbeda dengan Tower D2, unit-unit di Tower D1 beroperasi layaknya akomodasi hotel dan bukan milik perseorangan. Dengan demikian, kedua tower memiliki sistem manajemen, operasional, standar keamanan, serta tata kelola yang tidak saling berhubungan.
Sebagai bagian dari jaringan global yang menaungi lebih dari 900 properti di lebih dari 40 negara, Ascott Waterplace Surabaya menekankan komitmennya terhadap aspek keamanan.
“Kami senantiasa berkomitmen menerapkan standar internasional dalam keselamatan kerja di seluruh lini operasional. Keselamatan tamu, karyawan, dan mitra kerja merupakan prioritas utama kami dalam setiap situasi dan kondisi,” tambahnya.
Manajemen Ascott Waterplace Surabaya berharap insiden yang terjadi di area sekitar properti ini menjadi pengingat kolektif bagi seluruh pihak mengenai pentingnya evaluasi menyeluruh dan penerapan standar keselamatan yang ketat. Langkah preventif dan korektif yang maksimal diharapkan dapat terus ditingkatkan guna mencegah kejadian serupa dan memastikan terciptanya lingkungan yang aman bagi semua pihak. (*)






