KabarBaik.co – Jumlah masyarakat yang menyeberang ke Bali via Pelabuhan Ketapang selama libur natal dan tahun baru menurun di banding tahun lalu. Hingga H-2 pergantian tahun tercatat penurunan terjadi sekitar 0,4 persen.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Ardhi Ekapaty mengatakan secara umum pergerakan di lintas Ketapang – Gilimanuk naik sebesar 2,3 persen dibanding tahun lalu. Akan tetapi polanya berubah, kali ini kenaikan penumpang justru terjadi dari sisi Gilimanuk ke Ketapang.
“Dari Gilimanuk tercatat kenaikan sekitar 5 persen, sementara dari Ketapang justru mengalami penurunan sebesar 0,4 persen. Jadi kalau dirata-rata, keseluruhan memang naik 2,3 persen dibanding tahun lalu. Tapi dari Ketapang sendiri justru minus, sementara Gilimanuk yang naik cukup signifikan,” kata Ardhi, Senin (29/12).
Itulah sebabnya beberapa hari belakangan Pelabuhan Ketapang nampak lengang dan sepi. Ardhi mengurai pelbagai kemungkinan menurunnya minat masyarakat menyeberang ke Bali.
Menurutnya salah satu faktor yang memengaruhi belum ramainya arus dari Jawa ke Bali diduga karena jarak waktu yang berdekatan dengan Lebaran 2026. Masyarakat dinilai memilih menahan perjalanan dan menunggu momen libur panjang berikutnya.
“Mungkin karena terlalu dekat dengan Lebaran. Masyarakat merasa nanggung, nanti sekalian saja mudik saat Lebaran,” imbuhnya.
Meski demikian, ASDP memastikan operasional penyeberangan masih berjalan dengan skenario normal. Ardhi juga menegaskan arus balik sejauh ini berlangsung aman dan terkendali, tanpa adanya kepadatan berarti di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Dalam kesempatan tersebut, Ardhi juga menyinggung penerapan sistem pengamanan tiket berbasis data. Hingga saat ini, puluhan kendaraan terpaksa ditolak karena tidak sesuai dengan data identitas.
“Kalau data KTP atau nomor polisi STNK tidak sesuai dengan tiket, langsung kami tolak dan putar balik. Sampai sekarang sekitar 20 kendaraan dari Jawa ke Bali kami tolak, dan sekitar 15 kendaraan dari arah Gilimanuk,” tegasnya.
Sebagai informasi pada Minggu (28/12) jumlah penumpang yang menyeberang dari Ketapang ke Gilimanuk berjumlah 29.150 orang. Dengan jumlah kendaraan yang menyeberang 7.526 unit.
Sementara dari arah Gilimanuk ke Ketapang jumlah penumpang yang menyeberang di hari itu mencapai 32.910 orang. Jumlah kendaraan yang menyeberang sebanyak 8.439 unit.






