KabarBaik.co, Jakarta – Langkah Timnas Bola Voli Putra Indonesia di ajang Asian Games 2026 dipastikan bakal menyajikan duel-duel sengit. Berdasarkan hasil pembagian grup resmi dari Asian Volleyball Confederation (AVC) kemarin (23/7), Skuad Garuda resmi menghuni Pool B bersama raksasa voli Asia, Iran, serta rival abadi kawasan Asia Tenggara, Thailand, dan Kirgizstan.
Gelaran multicabang olahraga terbesar se-Asia edisi ke-20 ini dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026 di Prefektur Aichi dan Kota Nagoya, Jepang.
Peta persaingan di Asian Games memang selalu menjadi panggung pembuktian tingkat tinggi bagi Indonesia. Jika menengok sejarah panjangnya, pencapaian tertinggi tim putra Indonesia di pesta olahraga ini terukir pada Asian Games IV 1962 di Jakarta, di mana Indonesia sukses menembus empat besar dan mengakhiri turnamen di peringkat ke-4.
Memasuki era modern, momen kebangkitan kembali tercipta saat Indonesia kembali menjadi tuan rumah pada Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Indonesia melaju hingga peringkat ke-6. Tren positif tersebut berlanjut pada edisi Hangzhou lalu, di mana Skuad Garuda mengamankan posisi ke-8 sekaligus menegaskan statusnya sebagai tim terbaik dari kawasan ASEAN.
Menghadapi Asian Games 2026, Indonesia tidak lagi dipandang sebelah mata berkat kedalaman skuad yang kian matang. Keberhasilan menjuarai ajang AVC Men’s Cup 2026 di India—setelah membantai tim kuat Korea Selatan dengan skor telak 3-0 di partai puncak—menjadi bukti sahih kualitas anak asuh pelatih Reidel Toiran.
Kombinasi para pemain muda dan berpengalaman kini mengisi lini utama. Mulai dari Boy Arnez Arabi yang menyabet gelar pemain terbaik (MVP) di AVC Men’s 2026, Farhan Halim di posisi penyerang sayap, benteng pertahanan Hendra Kurniawan serta setter muda terbaik kelahiran Jawa Timur Alfin Daniel, hingga kedisiplinan Fahreza Rakha Abhinaya sebagai libero.
Sistem pertandingan voli di Asian Games 2026 itu mengadopsi format round-robin atau setengah kompetisi di fase penyisihan grup. Dari empat pool yang ada, hanya dua tim teratas, yakni juara dan runner-up grup, yang berhak mengunci tiket kelolosan menuju babak gugur perempat final (8 besar).
Peta kekuatan di luar Pool B pun terbagi sangat merata dan menjanjikan persaingan ketat. Pada Pool A, tuan rumah Jepang dihuni bersama Pakistan, Kazakhstan, dan Uzbekistan. Sementara itu, Pool C diisi oleh Qatar, India, Vietnam, serta Hong Kong. Pertempuran paling membara diprediksi terjadi di Pool D yang dijuluki grup neraka, mempertemukan Tiongkok, Korea Selatan, Chinese Taipei (Taiwan), dan Filipina.
Berada di Pool B menghadirkan ujian sekaligus peluang besar bagi Merah Putih. Menghadapi Iran yang berstatus juara bertahan dan tim kelas dunia, tentunya akan menjadi ujian sejauh mana level permainan timnas saat ini. Sementara itu, duel melawan Thailand dan Kirgizstan menjadi laga wajib menang demi memuluskan langkah ke babak selanjutnya.
Nah, jika berhasil mengamankan posisi runner-up grup di bawah Iran, Indonesia dipastikan mengunci tiket ke fase 8 besar. Dengan daya juang solid untuk Merah Putih, kestabilan mental dan performa puncak yang dimiliki skuad saat ini, target melampaui capaian edisi 2018 dengan menembus posisi 5 besar hingga membidik babak semifinal (4 besar) menjadi potensi yang sangat realistis untuk diwujudkan di panggung Asia. (*)







