Banjir Parah Terulang di Kedungbanteng Sidoarjo, Ini Penyebabnya

oleh -687 Dilihat
5f509780 5f3e 413e be7a 60b14db5f7ed
Bupati Sidoarjo Subandi saat sidak rumah pompa didesa BanjarPanji (Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co – Banjir kembali merendam wilayah Kedungbanteng, Tanggulangin, Sidoarjo, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut pada Kamis (25/12). Genangan yang terus berulang ini dipicu oleh belum optimalnya sistem pembuangan air, khususnya pada jalur sungai utama yang bermuara ke laut.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Bupati Sidoarjo Subandi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiga rumah pompa air, yakni proyek rumah pompa Kedungpeluk di Kecamatan Candi, rumah pompa Kedungbanteng, serta rumah pompa Banjarpanji di Kecamatan Tanggulangin. Sidak dilakukan untuk memastikan penyebab banjir dan mengevaluasi infrastruktur pengendali genangan di wilayah rawan.

Saat meninjau rumah pompa Kedungpeluk, Subandi menemukan keterlambatan signifikan pada pengerjaan proyek. Rumah pompa yang telah dikerjakan selama enam bulan itu belum rampung dan mengalami deviasi hingga 46 persen dari target.

“Ini sudah enam bulan dikerjakan, tapi progresnya jauh dari target. Deviasinya sampai 46 persen. Saya minta ini menjadi perhatian serius dan tidak ada lagi alasan keterlambatan,” tegas Subandi, Minggu (28/12).

Ia menjelaskan, keterlambatan paling krusial terjadi pada pengerjaan lantai bawah rumah pompa. Akibatnya, aliran sungai masih harus ditutup dan tidak dapat berfungsi maksimal sebagai jalur pembuangan air dari Kedungbanteng dan sekitarnya.

“Penutupan sungai inilah yang menjadi salah satu penyebab banjir parah terulang. Sungai ini seharusnya mengalirkan air dari kawasan Kedungbanteng hingga ke laut,” ujarnya.

Subandi menambahkan sesuai kontrak awal, pembangunan rumah pompa Kedungpeluk seharusnya selesai pada 26 Desember 2025. Namun proyek tersebut diberikan perpanjangan waktu maksimal 50 hari, terhitung mulai 27 Desember 2025.

“Kalau sampai batas maksimal yang diberikan belum juga selesai, kontraktor akan kami nyatakan wanprestasi,” tegasnya.

Dalam sidak tersebut, Bupati Subandi juga menginstruksikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo untuk memperketat pengawasan agar proyek dapat diselesaikan sesuai tenggat waktu tambahan.

Sementara itu, Kepala DPUBMSDA Sidoarjo Dwi Eko Saptono mengungkapkan bahwa progres pembangunan rumah pompa Kedungpeluk saat ini baru mencapai sekitar 60 persen. Ia menyebut kondisi tanah tebing sungai yang gembur menjadi kendala utama di lapangan.

“Tekanan air dari sungai dan pengaruh pasang surut laut membuat tebing rawan longsor. Saat ini pasang air laut mencapai sekitar 120 sentimeter, sehingga debit air di wilayah pesisir ikut meningkat,” jelasnya.

Selain itu, kapasitas pompanisasi yang belum maksimal juga menjadi faktor banjir berulang. Rumah pompa Kedungpeluk nantinya dirancang memiliki kapasitas 2.400 liter per detik, atau dua kali lipat dibandingkan rumah pompa Kedungbanteng yang berkapasitas 1.200 liter per detik. Sementara rumah pompa Banjarpanji hanya memiliki kapasitas 400 liter per detik.

“Dengan kapasitas yang belum optimal dan aliran sungai yang masih terhambat, wilayah Kedungbanteng dan pesisir Tanggulangin masih rentan tergenang saat hujan deras dan air laut pasang,” pungkas Dwi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.