KabarBaik.co, Pasuruan – Banjir yang terjadi di Dusun Bandaran, Desa Jarangan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, merupakan peristiwa tahunan akibat luapan sungai Rejoso. Bahkan, karena lokasinya yang lebih rendah dari sungai-sungai di sekitarnya, banjir di Dusun Bandaran lebih lama dibandingkan desa-desa lain.
Kusen, salah seorang warga terdampak banjir menyampaikan bahwa hingga kini rumahnya masih terendam banjir. Dia bersama keluarganya saat ini terpaksa tinggal di tenda pengungsian milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). “Setiap musim hujan karena banjir warga harus bermalam di tenda BPBD,” kata Kusen Sabtu (28/3).
Hal yang sama juga disampaikan warga lainnya, Subhekan. Menurutnya, jika anak dan istrinya tinggal di tenda, maka dia bersama para lelaki lainnya menjaga rumah-rumah yang terendam banjir agar tetap aman. “Saya bersama warga lainnya harus tetap jaga rumah-rumah kami agar aman,” ucapnya.
Subhekan mengungkapkan alasannya tetap tinggal di daerah tersebut meski ancaman banjir terus mengintai setiap tahun. Menurutnya, dia tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk membeli rumah di lokasi baru yang bebas dari banjir. “Maunya pindah di desa yang aman dari banjir tapi biaya rumah sekarang ratusan juta. Makanya tetap tinggal di sini meskipun banjir tahunan terjadi,” tutupnya. (*)







