KabarBaik.co, Banyuwangi – Pemangku kebijakan di Banyuwangi menggelar rapat koordinasi untuk mengantisipasi kemacetan di Pelabuhan Ketapang menjelang libur panjang. Rakor digelar di Ruang Command Center Mapolresta Banyuwangi, Senin (25/5).
Hadir dalam Polresta Banyuwangi, KSOP Tanjung Wangi, BMKG, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, UPT P3 LLAJ Banyuwangi, Dinas Perhubungan Banyuwangi hingga Jasa Raharja.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rofiq Ripto Himawan mengatakan, rakor dilakukan untuk memperkuat koordinasi antarinstansi agar pelayanan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk tetap berjalan lancar.
“Koordinasi dan evaluasi ini lebih fokus membahas tentang optimalisasi pelayanan supaya penyeberangan Ketapang-Gilimanuk tetap lancar dan tidak terjadi kemacetan,” ujarnya.
Menurut Rofiq, potensi kepadatan kendaraan perlu diantisipasi sejak dini, terlebih menjelang libur panjang Iduladha dan musim liburan pertengahan tahun. Apalagi kondisi cuaca di Selat Bali beberapa hari terakhir cukup dinamis.
“Kalau libur panjang dibarengi cuaca buruk, tentu operasional penyeberangan tidak bisa dipaksakan karena menyangkut keselamatan. Dampaknya bisa terjadi antrean kendaraan,” katanya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, kepolisian bersama instansi terkait menyiapkan sejumlah langkah mulai dari rekayasa lalu lintas, pengamanan jalur hingga penyediaan kantong parkir bagi kendaraan yang antre menuju pelabuhan.
Sementara itu, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Arief Eko Kurnianjah mengatakan, cuaca di Selat Bali sejak Rabu (20/5) malam memengaruhi operasional penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.
Menurutnya, proses sandar kapal dan bongkar muat kendaraan harus dilakukan lebih hati-hati demi keselamatan pelayaran sehingga berdampak pada antrean kendaraan logistik di sekitar pelabuhan.
“Untuk dermaga MB sebenarnya tidak ada masalah. Kendala biasanya pada kendaraan logistik yang masuk ke dermaga LCM, karena kapal yang beroperasi masih terbatas,” ujar Arief.








