KabarBaik.co – Kabupaten Banyuwangi menjadi satu dari ratusan daerah di Indonesia yang dinominasikan masuk penilaian smart city. Oleh karenannya Pemkab Banyuwangi tengah mematangkan berbagai aspek yang menjadi tolok ukur penilaian.
Asisten Administrasi Umum Pemkab Banyuwangi Choiril Ustadi Yudawanto mengatakan smart city adalah prestasi daerah karena upaya-upaya inovatif dalam mengatasi berbagai persoalan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Untuk meraih predikat itu, Banyuwangi bersaing dengan 241 kabupaten/kota di Indonesia.
“Di Indonesia ada 241 daerah yang masuk nominasi smart city. Tadi ini adalah tahap dua, asesor masih melakukan wawancara, kita juga perlu melengkapi data yang diminta. Setelahnya baru asesor akan melakukan visitasi ke daerah,” kata Ustadi usai pemamaparan bersama OPD di Ruang Rapat Rempeg Jogopati, Rabu (13/11).
Ustadi menjelaskan untuk meraih predikat kota pintar daerah paling tidak harus memenuhi 6 dimensi. Diantaranya, Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society dan Smart Environment.
Dari enam dimensi yang diuji, Banyuwangi memiliki jagoan program pada setiap dimensi. Seperti pada Smart Governence, Banyuwangi menjagokan Smart Kampung dan Mall Pelayanan Publik Digital.
Pada Smart Branding, ditonjolkan Ijen Geopark dan Banyuwangi Festival. Pada Smart Economy yakni Banyuwangi menjagokan program UMKM Naik Kelas dan Ongkir Gratis.
Pada Smart Living program yang ditonjolkan adalah angkutan wisata gratis, angkutan pendidikan gratis dan Sekardadu program rawat aliran sungai melibatkan pelajar.
Kemudian pada Smart Society, ditonjolkan program layanan kesehatan jemput bola (Jebol) warga, rantang kasih, Gancang Aron. Pada Smart Environment dijagokan program Banyuwangi Hijau, kolaborasi pemkab Banyuwangi dengan NGO Norwegia dalam penanganan sampah berkelanjutan.
“Setiap dimensi nantinya dilakukan penilaian. Banyuwangi dipuji oleh assesor karena berprogres dan bisa menyiapkan maksimal 6 dimensi yang diuji,” terangnya.
Oleh karenanya dengan berbagai kesiapan yang ada, pihaknya optimis Banyuwangi bisa meraih predikat Smart City. “Kita optimis. Dari seluruh dimensi yang diuji, kita kan punya programnya semua dan itu berjalan, bukan suatu yang diada-ada. Memang itu dirasakan dampaknya oleh masyarakat,” tegasnya.(*)






