Biadab! Pasutri di Kediri Diduga Aniaya Anak Sendiri hingga Tewas

Reporter: Oktavian Yogi Pratama
Editor: Andika DP
oleh -1336 Dilihat
Polisi saat mendatangi TKP. (Foto: Oktavian Yogi Pratama)

KabarBaik.co – Pasangan suami istri (pasutri) di Kediri terpaksa diseret pihak kepolisian akibat diduga telah menganiaya buah hatinya sendiri hingga tewas. Pasutri itu adalah Taskin dan Novita. Sementara korban merupakan balita perempuan berinisial AF yang masih berusia 3 tahun.

Peristiwa keji itu terjadi di RT 01 RW 02 Dusun Babadan, Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Kejadian miris itu terungkap saat Suyono, kakek korban yang mendatangi kediaman cucunya.

Suyono lantas bertanya kepada sang anak Novita dan menantunya Taskin, di mana keberadaan cucunya tersebut. “Lha anakmu nyandi? mendel mawon, kulo sampe peng 3 mboten njawab kaleh buk’e (Lha anakmu kemana? diam saja, saya sampai tanya tiga kali tidak dijawab sama ibunya),” ucapnya Selasa (25/6)

Ditanya hingga tiga kali, pasutri itu sempat berkelit. Namun pada akhirnya, keduanya mengaku jika sang cucu sudah meninggal dunia. Parahnya lagi, mereka mengaku menguburkan jasad anaknya itu di depan rumah pada malam hari sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Baca juga:  Pj Wali Kota Kediri Pantau Penyembelihan Hewan Kurban di RPH

Sontak, tangis Suyono pecah. Ia menangis hingga 5 jam lamanya, gingga kemudian melaporkan kepada pihak berwajib dan meminta agar jasad sang cucu itu dimakamkan di Pace, Nganjuk.

Di tempat yang sama, Jurianto, kepala dusun setempat mengaku jika kedua pasutri itu sudah menikah sekitar 4 bulan yang lalu. Namun belum diketahui secara pasti profesi dari sang suami dan keduanya hanya menempati rumah orang tuanya.

Sementara itu, Kasat Peskrim Polres Kediri AKP Fauzy Pratama mengatakan pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya anak berusia tiga tahun yang meninggal dunia. Awalnya tanpa informasi yang jelas.

Baca juga:  Peredaran Ribuan Pil Dobel L Digagalkan Satresnarkoba Polres Kediri

Namun ia juga mendapat informasi jika sang korban sudah dikubur oleh kedua orang tuanya. Penyebabnya, Fauzi menyebut masih mendalami untuk kronologi dan penyebab kematian.

“Masih kita dalami bersama dengan tim dari dokter forensik,” jelasnya, Selasa (25/6).

Selain itu beberapa pihak dan saksi juga sudah diinterogasi termasuk orang tua dari korban, dan kedua orang tua korban juga telah diamankan.

Ditanya apakah dugaan korban dianiaya oleh kedua orang tuanya hingga meninggal, Fauzy mengiyakan dugaan-nya seperti itu. Akan tetapi untuk detailnya masih menunggu hasil penyelidikan.

Fauzy membeberkan jika ditubuh sang korban terdapat luka di daerah kepala dan badan. Penyebab kematian sejauh ini adalah adanya pendarahan di kepala yang diakibatkan kekerasan benda tumpul.

Motif kedua pelaku masih didalami, namun sebagai pemicu kedua pelaku melakukan perbuatan tak manusiawi itu adalah rasa kesal.

Baca juga:  Diguyur Hujan Deras, Tanggul Sungai di Kepung Kabupaten Kediri Jebol

“Ada rasa kesal dari orang tua, karena pengakuan dari pelaku ini mendengar anaknya berbicara tidak sesuai dengan fakta dan cenderung menyudutkan si orang tua sehingga orang tua kesal akhirnya melakukan kekerasan,” tambahnya.

Diketahui juga alasan kedua pelaku mengubur jasad buah hatinya itu didepan rumahnya akibat panik.

“Setelah diketahui anak korban dalam kondisi yang tidak sadar, kemudian berusaha memberikan pertolongan, namun ternyata masih belum bisa. Kemudian setelah dinyatakan anak ini sudah tidak bernyawa, maka langsung dilakukan tindakan untuk menguburkan,” tandasnya.

Fauzy juga menduga penganiayaan terhadap korban terjadi di beberapa waktu yang berbeda- beda. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.