Biksu Thudong Singgah di Jombang, Ziarah ke Makam Gus Dur-Sebarkan Pesan Perdamaian

oleh -86 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 19 at 5.08.29 PM
Para biksu Thudong saat ziarah di makam Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (istimewa)

KabarBaik.co, Jombang – Perjalanan spiritual Thudong 2026 yang dijalani puluhan biksu menuju Candi Borobudur terus berlanjut. Memasuki wilayah Jombang, rombongan mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Kehadiran para biksu di Kota Santri menjadi simbol kerukunan dan toleransi antar umat beragama. Di sela perjalanan, rombongan juga menyempatkan diri berziarah ke Tebuireng untuk mengenang Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Salah satu biksu dari Sangha Theravada Indonesia, Bhante Thitayanno, mengaku bersyukur karena perjalanan ritual jalan kaki tersebut mendapat dukungan dari banyak pihak.

“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga Kementerian Agama yang terus mendukung perjalanan ini,” ujar Bhante Thitayanno kepada wartawan, Selasa (19/5).

Ia juga mengapresiasi pengawalan dari aparat TNI-Polri serta dukungan organisasi kemasyarakatan yang ikut membantu menjaga keamanan selama perjalanan.

Menurut Bhante Thitayanno, Jombang dipilih sebagai salah satu titik perjalanan karena memiliki nilai sejarah toleransi yang kuat, terutama lewat sosok Gus Dur yang dikenal sebagai tokoh pluralisme Indonesia.

“Gus Dur dikenal sebagai Bapak Pluralisme karena beliau mampu merangkul berbagai perbedaan dan menjaga persatuan bangsa,” katanya.

Ia menilai nilai-nilai toleransi dan persatuan yang diwariskan Gus Dur masih sangat relevan di tengah kehidupan masyarakat saat ini.

Dalam perjalanan menuju Borobudur, para biksu menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi fisik hingga cuaca yang tidak menentu. Meski begitu, mereka tetap melanjutkan perjalanan dengan penuh disiplin dan semangat.

Bhante Thitayanno mengatakan kekuatan utama dalam perjalanan spiritual bukan hanya soal fisik, melainkan keteguhan hati dan kemampuan menaklukkan diri sendiri.

“Penakluk sejati adalah mereka yang mampu mengalahkan dirinya sendiri. Tekad dan niat yang kuat membuat perjalanan sejauh apa pun terasa lebih dekat,” tuturnya.

Melalui perjalanan Thudong 2026, para bhikkhu berharap dapat terus menyebarkan pesan perdamaian, persaudaraan, dan semangat hidup berdampingan di tengah keberagaman.

Diketahui, Indonesia Walk for Peace 2026 merupakan gerakan spiritual dan kemanusiaan internasional yang didukung Kementerian Agama RI.

Kegiatan itu dimulai dari Brahmavihara Arama, Buleleng, Bali, pada 9 Mei 2026 dan dijadwalkan berakhir di Candi Borobudur, Jawa Tengah, pada 28 Mei 2026 bertepatan dengan Hari Raya Waisak Nasional.

Sebanyak 55 bhikkhu dari berbagai negara Asia Tenggara mengikuti perjalanan lintas provinsi selama 20 hari tersebut dengan membawa misi perdamaian dan toleransi antar umat beragama. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.