Bojonegoro Catat Penyerapan Pupuk Organik Tertinggi Kedua Nasional

oleh -82 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 28 at 4.01.05 PM
Pertemuan Wabup Bojonegoro Nurul Azizah dengan Himpunan Mitra Pupuk Organik (Ist)

KabarBaik.co, Bojonegoro– Bojonegoro mencatatkan prestasi sebagai daerah dengan tingkat penyerapan pupuk organik jenis Petroganik tertinggi kedua di Indonesia dalam dua tahun terakhir. Capaian ini dinilai mencerminkan meningkatnya kesadaran petani dalam menjaga kesuburan tanah dan kualitas lahan pertanian.

Informasi tersebut disampaikan dalam kegiatan Gebyar Petroganik 2026 yang diselenggarakan di Bojonegoro, Selasa (28/4). Perwakilan Himpunan Mitra Pupuk Organik (Himpo) Jawa Timur Wahyu Aryo menyebut posisi Bojonegoro cukup menonjol secara nasional dalam penggunaan pupuk organik berimbang.

“Berdasarkan data dua tahun terakhir, penyerapan pupuk organik Petroganik di Bojonegoro merupakan yang tertinggi kedua di Indonesia,” ujar Wahyu.

Sementara itu, Manajer Jawa Timur 1 Regional 3A PT Pupuk Indonesia, Sutikno Wahyu Dinas Adi Prakoso, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada para pemangku kepentingan, khususnya dalam jaringan distribusi pupuk bersubsidi. Ia juga memastikan ketersediaan stok pupuk bagi petani dalam kondisi aman.

“Stok pupuk bersubsidi di gudang penyangga lini tiga di Bojonegoro saat ini mencukupi untuk kebutuhan musim tanam berikutnya,” katanya.

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan bahwa tingginya penggunaan pupuk organik turut berkontribusi terhadap peningkatan hasil panen. Data pemerintah daerah menunjukkan produksi pertanian meningkat dari 710.000 ton pada tahun sebelumnya menjadi 864.000 ton.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator positif atas kesadaran petani dalam menjaga kandungan hara tanah melalui penggunaan pupuk organik.

Namun demikian, Nurul juga melihat terdapat tantangan di sektor pertanian, khususnya terkait menurunnya jumlah petani. Berdasarkan data, jumlah petani di Bojonegoro mengalami penurunan dari 356.484 orang pada 2013 menjadi 191.588 orang pada 2024, dengan mayoritas berusia di atas 60 tahun.

Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius, terutama dalam mendorong regenerasi petani di kalangan generasi muda. Sebagai upaya mengatasi keterbatasan tenaga kerja, pemerintah daerah mendorong penerapan mekanisasi pertanian melalui penggunaan alat modern, seperti mesin tanam (transplanter), guna menjaga produktivitas sekaligus meningkatkan daya tarik sektor pertanian.

“Penggunaan alat pertanian modern menjadi salah satu solusi agar produktivitas tetap terjaga di tengah keterbatasan tenaga kerja,” ujar Nurul. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.