KabarBaik.co, Pasuruan – Komitmen menjaga keberlanjutan sumber daya air kembali ditegaskan PT HM Sampoerna Tbk melalui pelaksanaan Kick-Off Program Re-Sertifikasi Alliance for Water Stewardship (AWS) 2026 di Wana Wisata Hutan Cempaka, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen.
Mengusung tema *“Konservasi di Hulu, Efisiensi di Pabrik untuk Keberlanjutan Air di Masa Depan”*, kegiatan ini menjadi langkah lanjutan perusahaan dalam menjaga keseimbangan air, baik di lingkungan industri maupun kawasan sekitar.
Sejak memperoleh sertifikasi AWS pada 2019 dan pembaruan terakhir pada 2025, Sampoerna terus memperkuat komitmen keberlanjutan air. Salah satu upaya yang dilakukan melalui program CSR Water Sustainability Program (WASP) yang telah berjalan di kawasan hulu DAS Gumandar.
Memasuki 2026, program tersebut dilanjutkan melalui inisiatif Hutan Asuh Sampoerna sebagai bagian dari skema Pembayaran Jasa Lingkungan Hidup (PJLH).
Sejumlah kegiatan telah disiapkan, mulai dari penanaman 2.000 pohon, pembangunan sumur resapan, pendampingan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), hingga edukasi pengelolaan sampah bagi masyarakat sekitar.
Manager MNF Sustainability PT HM Sampoerna Tbk Sukorejo Yoseph Lodovikus menegaskan, upaya menjaga keberlanjutan air tidak cukup hanya dilakukan di dalam pabrik, tetapi harus dimulai dari kawasan hulu.
“Komitmen kami terhadap keberlanjutan air tidak hanya melalui efisiensi di pabrik, tetapi juga melalui konservasi di hulu. Dengan kolaborasi multipihak, kami berharap program ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Yoseph, Selasa (28/4).
Hal senada disampaikan Direktur Cempaka Foundation Sarifudin Lathif. Ia menilai kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan program konservasi.
“Program Hutan Asuh Sampoerna menjadi contoh bagaimana skema PJLH dapat berjalan efektif, tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal,” katanya.
Kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi rencana kerja implementasi standar AWS tahun 2026, sekaligus memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam menjaga keberlangsungan air di DAS Gumandar.
Selain itu, program ini dinilai selaras dengan berbagai kebijakan nasional dan daerah terkait pengelolaan sumber daya air dan lingkungan hidup.(*)






