Bojonegoro Siapkan Bongkar Ratoon dan Perluasan Lahan Tebu 5.000 Hektare

oleh -147 Dilihat
WhatsApp Image 2026 01 01 at 12.12.25
Panen tebu di Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk merealisasikan program bongkar ratoon dan perluasan lahan tebu seluas 5.000 hektare. Program ini merupakan tindak lanjut arahan Pemerintah Pusat dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional serta meningkatkan produksi gula dalam negeri.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menyampaikan bahwa sejumlah program prioritas nasional terus dijalankan di daerah. Program tersebut meliputi Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat (SR), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta penambahan luasan lahan dan bongkar ratoon tanaman tebu.

Nurul Azizah menjelaskan, bongkar ratoon merupakan program peremajaan tanaman tebu dengan cara membongkar tanaman lama yang produktivitasnya menurun setelah beberapa kali panen, untuk kemudian diganti dengan bibit tebu unggul. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan swasembada gula nasional sehingga Indonesia tidak lagi bergantung pada impor.

“Saat ini, Kabupaten Bojonegoro mengusulkan luasan bongkar ratoon secara indikatif mencapai 1.248 hektare. Namun, angka tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi mengalami perubahan,” Ujar Nurul, Kamis (1/12).

Program percepatan bongkar ratoon ini merupakan bagian dari target nasional di Jawa Timur seluas 70.000 hektare, sehingga membutuhkan sinergi lintas sektor serta lintas level pemerintahan.

Terkait Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL), Nurul Azizah menyebutkan bahwa terdapat penambahan 150 tenaga untuk melakukan input dan unggah data. Dalam pelaksanaannya, penanaman tebu harus dilakukan di lahan yang memiliki Perjanjian Kerja Sama (PKS). Dari potensi yang ada, program ini diperkirakan melibatkan sekitar 1.600 petani atau penggarap di sekitar kawasan lahan.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan bahwa pelaksanaan program nasional ini tetap mempertimbangkan keseimbangan ekosistem. Aspek produktivitas akan berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan, khususnya dalam menjaga kawasan hutan, penanaman pohon, serta melalui kajian dampak lingkungan yang berkelanjutan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.