KabarBaik.co, Jember – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember terus memperketat pemantauan wilayah pada hari kesembilan pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.
Hingga Senin (23/3) malam, situasi di sejumlah pos pengamanan (Pos PAM) dan titik destinasi wisata dilaporkan aman dan terkendali.
Kepala Pelaksana BPBD Jember Edy Budi Susilo menyatakan bahwa personel gabungan telah dikerahkan untuk melakukan patroli kesiapsiagaan bencana dan pemantauan arus lalu lintas di titik-titik krusial.
Tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI/Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, serta relawan (Destana, RAPI, ORARI) melakukan penyisiran di tiga pos utama, yakni, Pos Pondok Dalem, Pos Tawang Alun serta Pos Gumitir.
Selain jalur mudik, petugas juga memantau sejumlah objek wisata populer seperti Pantai Watu Ulo, Payangan, Papuma, Paseban, hingga kawasan pegunungan dan pemandian seperti Rembangan dan Patemon.
“Hasil pantauan hingga pukul 17.30 WIB menunjukkan cuaca cerah berawan. Arus lalu lintas di jalur utama seperti Gumitir terpantau ramai lancar, sementara lokasi wisata masih relatif sepi pengunjung namun tetap dalam pengawasan ketat,” ujarnya.
Meski kondisi gelombang laut di pesisir selatan Jember terpantau rendah (0.5 – 1.25 meter), BPBD meminta masyarakat tetap waspada. Berdasarkan peringatan dini dari BMKG, terdapat potensi hujan lebat di wilayah Jawa Timur pada periode 21–23 Maret 2026.
Kondisi ini patut diwaspadai karena berisiko memicu banjir luapan maupun tanah longsor di titik-titik rawan. Sebagai catatan tambahan, objek wisata Air Terjun 7 Bidadari dilaporkan masih ditutup dalam dua hari terakhir.
Pemerintah Kabupaten Jember mengimbau para pemudik dan wisatawan untuk selalu memperbarui informasi cuaca dan mengutamakan keselamatan berkendara.(*)







