Bukan Gudang, yang Terbakar Hebat di Suri Mulia Margomulyo Surabaya Ternyata Pabrik Isolasi

oleh -263 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 16 at 7.22.05 PM
Api membakar pabrik isolasi PT Youlian Tape Indonesia (Ist)

KabarBaik.co, Surabaya– Kebakaran hebat yang melanda bangunan di Komplek Pergudangan Suri Mulia Margomulyo ternyata bukan gudang. Yang terbakar adalah pabrik isolasi PT Youlian Tape Indonesia.

Menurut keterangan Yudha, seorang pekerja di gudang sekitar, api mulai terlihat berkobar menjelang waktu maghrib. “Pabrik isolasi, PT Youlian Tape Indonesia. Terbakarnya sekitar jam setengah enam sore (17.30 WIB),” ujar Yudha di lokasi kejadian, Kamis (16/4).

Besarnya kobaran api membuat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya menetapkan status kebakaran sebagai Triple Red. Status ini menandakan tingkat urgensi tinggi yang membutuhkan pengerahan armada dalam jumlah besar.

“Status kebakaran triple red. Jika sudah kategori ini, maka kendaraan pemadam yang dikerahkan harus lebih dari 12 unit,” ungkap salah satu petugas Damkar di sela upaya pemadaman.

Pantauan di lokasi menunjukkan lebih dari 12 unit mobil pemadam dan tim rescue telah diterjunkan. Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berjibaku memadamkan api yang terus membesar. Asap hitam pekat tampak membumbung tinggi dan terlihat dari kejauhan, sementara aliran listrik di beberapa perkampungan sekitar lokasi dilaporkan padam total.

Belum ada laporan resmi mengenai penyebab pasti munculnya api maupun adanya korban jiwa dan luka dalam peristiwa ini. Petugas masih fokus melokalisir api agar tidak merembet ke gudang-gudang lain di kompleks pergudangan tersebut. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.