Bukan Sekadar Belajar Memimpin, Siswa Setukpa Polri Angkatan 56 Buktikan Arti Pengabdian

oleh -87 Dilihat
Siswa Setukpa Polri Angkatan 56 TA 2026 Radhitya Dwi Prasetya Nugroho mengasah empati melalui bakti sosial di panti asuhan dan donor darah di PMI Gresik.
Siswa Setukpa Polri Angkatan 56 TA 2026 Radhitya Dwi Prasetya Nugroho mengasah empati melalui bakti sosial di panti asuhan dan donor darah di PMI Gresik.

KabarBaik.co, Gresik – Seragam kepolisian yang kelak dikenakan bukan sekadar lambang kewenangan, tetapi juga amanah untuk mengabdi. Nilai itulah yang mulai dipupuk sejak bangku pendidikan, ketika jiwa kemanusiaan ditempa bersamaan dengan disiplin dan kepemimpinan.

Semangat tersebut diwujudkan oleh Siswa Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Polri Angkatan 56 Tahun Anggaran 2026, Radhitya Dwi Prasetya Nugroho (Nosis 0383, Peleton 1C/Yon II), melalui rangkaian bakti sosial dan donor darah yang digelar di Kabupaten Gresik, Jumat (31/7).

“Pendidikan perwira bukan hanya membentuk kami menjadi pemimpin yang tegas dan disiplin, tetapi juga harus mengasah rasa empati. Melalui bakti sosial ini, kami ingin membuktikan bahwa hadir untuk masyarakat adalah inti dari pengabdian seorang anggota Polri,” ujar Radhitya di sela-sela kegiatan.

Perjalanan pengabdian itu dimulai di Panti Asuhan Fadhilah, Jalan Merak Blok D17, Kelurahan Kembangan, Kecamatan Kebomas. Kedatangannya tidak hanya membawa paket bantuan sosial, tetapi juga menghadirkan perhatian, kasih sayang, dan harapan bagi anak-anak yang tumbuh dalam keterbatasan.

Tawa riang anak-anak panti seketika memecah suasana. Sapaan hangat, senyum tulus, dan kebersamaan yang terjalin menjadi bukti bahwa kepedulian sering kali jauh lebih berharga daripada sekadar bantuan materi.

Pengurus Panti Asuhan Fadhilah menyambut hangat dan menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kunjungan tersebut. Pihak panti menyampaikan bahwa kehadiran calon perwira Polri ini membawa kebahagiaan tersendiri serta dorongan semangat bagi anak-anak panti untuk terus meraih cita-cita mereka.

Usai berbagi kebahagiaan di panti asuhan, langkah pengabdian berlanjut ke Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik, Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo Nomor 93, Karangturi, Kecamatan Kebomas. Di tempat itulah makna kepedulian kembali diwujudkan melalui aksi donor darah.

“Hanya beberapa menit waktu yang kita butuhkan untuk mendonorkan darah, namun bagi pasien yang tengah berjuang, setetes darah ini adalah penyambung kehidupan. Ini langkah sederhana yang kami harapkan bisa memberi kesempatan kedua bagi yang membutuhkan,” tambah Radhitya.

Siswa Setukpa Polri Angkatan 56 TA 2026 Radhitya Dwi Prasetya Nugroho mengasah empati melalui bakti sosial di panti asuhan dan donor darah di PMI Gresik.
Siswa Setukpa Polri Angkatan 56 TA 2026 Radhitya Dwi Prasetya Nugroho mengasah empati melalui bakti sosial di panti asuhan dan donor darah di PMI Gresik.

Petugas PMI Kabupaten Gresik turut mengapresiasi aksi donor darah tersebut. Pihaknya menyatakan bahwa partisipasi dan kesadaran dari para calon perwira seperti ini sangat membantu menjaga ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat di wilayah Gresik.

Aksi kemanusiaan ini menjadi cerminan bahwa seorang calon perwira Polri tidak hanya dipersiapkan untuk menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga dituntut memiliki empati, kepekaan sosial, dan kepedulian terhadap sesama. Pengabdian bukan semata hadir ketika menjalankan tugas negara, melainkan juga ketika mampu mengulurkan tangan kepada mereka yang membutuhkan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian bakti sosial Siswa Setukpa Polri Angkatan 56 Tahun Anggaran 2026 sebagai implementasi nilai luhur Rastra Sewakottama—pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Di balik pendidikan yang keras dan penuh disiplin, para calon perwira juga ditempa menjadi pribadi yang humanis. Sebab, kepemimpinan sejati tidak hanya diukur dari kemampuan mengambil keputusan, tetapi juga dari ketulusan untuk mendengar, merasakan, dan membantu sesama.

Melalui bakti sosial dan donor darah ini, para siswa Setukpa Polri Angkatan 56 menegaskan bahwa pengabdian besar selalu bermula dari langkah-langkah kecil: menyapa dengan tulus, berbagi dengan ikhlas, dan memberi harapan tanpa pamrih.

Sebab pada akhirnya, setetes darah mungkin hanya mengalir dari satu lengan, tetapi mampu menghidupkan sejuta harapan. Kepedulian yang ditanamkan sejak masa pendidikan akan menjadi fondasi lahirnya perwira-perwira Polri yang profesional, humanis, serta hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.