KabarBaik.co, Jember – Bupati Jember Muhammad Fawait memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Jember dalam kondisi aman dan melimpah.
Kepastian ini didapat setelah adanya penambahan pasokan signifikan guna meredam kekhawatiran masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Dalam rapat koordinasi bersama kepolisian, Pertamina, Hiswana Migas, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait pada Sabtu (7/3) dini hari terungkap bahwa pasokan terus mengalir masuk ke Jember.
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait tersebut merinci bahwa pada Jumat (6/3), Jember telah menerima tambahan 100.000 liter BBM. Jumlah ini kembali diperkuat dengan tambahan sekitar 300.000 liter pada Sabtu (7/3).
“Stok BBM di Kabupaten Jember sangat aman, bahkan melimpah menurut laporan Pertamina. Kami imbau masyarakat tidak perlu panic buying atau membeli secara berlebihan. Insyaallah stok mencukupi hingga Lebaran, bahkan lebih,” tegas Gus Fawait.
Berdasarkan pantauan di lapangan, tren antrean di sejumlah SPBU mulai menunjukkan penurunan dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Wilayah kota, antrean masih terlihat namun tidak mengular panjang. Wilayah pinggiran kondisi relatif lebih kondusif dengan antrean yang tetap berada di dalam area SPBU.
Tingkat pembelian pada Jumat (6/3) tercatat lebih rendah dibandingkan Kamis (5/3), menandakan pola konsumsi warga mulai stabil.
Untuk menjaga stabilitas, Pemkab Jember mengerahkan Satpol PP dan Dinas Perhubungan untuk bersinergi dengan Polres Jember dalam mengawasi distribusi di setiap SPBU. Fokus utama petugas adalah mencegah praktik penimbunan yang memicu kenaikan harga di tingkat eceran.
“Kami tidak segan mengambil tindakan tegas sesuai hukum bagi pihak yang sengaja menimbun dan menjual dengan harga tinggi. Pengawasan akan dilakukan hingga tingkat kecamatan oleh Polsek dan dinas terkait,” tambah Bupati.
Sebagai langkah antisipasi jika kemacetan akibat antrean BBM belum terurai dalam beberapa hari ke depan, Pemkab Jember telah menyiapkan skema darurat.
Penerapan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara daring bagi siswa sekolah.
Namun, Gus Fawait optimistis langkah ini tidak perlu diambil mengingat situasi yang terus membaik. Ia berharap masyarakat bisa fokus menjalankan ibadah di bulan Ramadan dengan tenang tanpa perlu risau soal ketersediaan bahan bakar. (*)








