KabarBaik.co – Bupati Jombang Warsubi bersama Wakil Bupati Salmanudin meninjau langsung hasil pembangunan infrastruktur jalan tahun anggaran 2025 di Kecamatan Plandaan dan Kabuh.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kualitas pengerjaan sekaligus melihat dampak nyata pembangunan bagi masyarakat.
Didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Bupati Warsubi menyusuri beberapa ruas jalan yang telah selesai diperbaiki.
Ia menegaskan pembangunan jalan menjadi prioritas karena menyentuh langsung kebutuhan dasar warga.
“Harapan kami, seluruh ruas jalan di Kabupaten Jombang bisa dalam kondisi baik,” ujar Warsubi Rabu (7/1).
Dalam kesempatan itu, rombongan meninjau empat ruas jalan prioritas, yakni Ploso–Munung, Mojogulung–Bangsri, Bangsri–Darurejo, serta Bawangan–Tanjungwadung.
Menurut Warsubi, akses transportasi yang lancar akan berdampak besar terhadap pergerakan ekonomi dan mobilitas masyarakat.
“Akses transportasi yang baik akan mempercepat distribusi barang dan aktivitas warga, sehingga ekonomi bisa bergerak lebih cepat,” katanya.
Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati disambut antusias warga Desa Bangsri, Kecamatan Plandaan. Sejumlah siswa SMP Negeri 1 Plandaan dan SD setempat tampak menyapa rombongan saat melintas di kawasan sekolah.
Perbaikan jalan di wilayah tersebut juga dirasakan manfaatnya oleh dunia pendidikan. Para wali murid mengaku kini lebih tenang mengantar anak-anak mereka ke sekolah karena kondisi jalan sudah mulus dan lebih aman.
Manfaat serupa dirasakan Eko, warga Desa Tanjungwadung, Kecamatan Kabuh. Ia menyebut, kondisi jalan yang kini jauh lebih baik mempermudah aktivitas sehari-hari, terutama saat membawa hasil pertanian ke pasar.
“Sekarang lebih mudah membawa hasil pertanian ke pasar. Jalan yang dulu rusak dan becek sekarang sudah nyaman dilewati,” ujar Eko.
Pemkab Jombang menegaskan pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik semata, tetapi juga menyangkut aspek keselamatan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Dengan kondisi jalan yang baik, waktu tempuh antar desa diharapkan semakin singkat, biaya logistik menurun, dan keselamatan pengguna jalan lebih terjamin. (*)






