Capaian CKG Kota Blitar Lampaui Target, Dinkes Bidik 46 Persen pada 2026

oleh -55 Dilihat
509b7bf7 0839 4712 be92 0bfbc07acda0
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Blitar Silvia Dewi Kusumawati.

KabarBaik.co, Blitar – Dinas Kesehatan Kota Blitar mencatat capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) tahun 2025 melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat. Dari target 36 persen, realisasi CKG di Kota Blitar mencapai 40,2 persen.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Blitar Silvia Dewi Kusumawati, mengatakan capaian tersebut menunjukkan kinerja program masih berada di jalur positif.

“Target tahun 2025 sekitar 36 persen dan alhamdulillah kita bisa mencapai 40,2 persen. Artinya target masih bisa terpenuhi,” ujarnya, Senin (2/3).

Meski demikian, tantangan ke depan dinilai semakin besar. Pada 2026, target CKG Kota Blitar ditetapkan naik menjadi 46 persen atau hampir separuh jumlah penduduk kota.

“Target tahun depan sekitar 46 persen. Ini tentu menjadi PR besar karena jumlah sasarannya sangat banyak dan tersebar di semua kelompok usia,” jelas Silvia.

Ia mengungkapkan, kendala utama pelaksanaan CKG masih pada rendahnya antusiasme masyarakat. Banyak warga masih menyamakan CKG dengan medical check up (MCU).

“CKG ini screening dasar, bukan MCU. Persepsi masyarakat ini yang masih perlu terus kami luruskan,” katanya.

Selain itu, hambatan teknis juga muncul pada sistem pencatatan dan pelaporan. Aplikasi ASIK milik Kementerian Kesehatan belum terintegrasi dengan sistem puskesmas maupun BPJS sehingga input data masih dilakukan satu per satu.

Keterbatasan bahan medis habis pakai (BMHP) dan sumber daya manusia juga menjadi tantangan, terutama untuk sasaran anak sekolah dan lansia.

Untuk mengejar target 2026, Dinkes Kota Blitar menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari integrasi CKG dengan layanan rutin puskesmas, posyandu, dan pustu, hingga memperkuat kolaborasi lintas sektor.

“Kami melibatkan kecamatan, kelurahan, RT/RW, hingga akademisi untuk membantu pelaksanaan. Kuncinya kolaborasi dan sosialisasi yang berkelanjutan,” tegas Silvia.

Ia berharap CKG benar-benar dimanfaatkan sebagai upaya deteksi dini penyakit agar angka kesakitan dan kecacatan masyarakat dapat ditekan.

“Tujuan utama CKG adalah mencegah masyarakat jatuh sakit, bukan menunggu sakit dulu baru berobat,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin Budi Tandoyo
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.