KabarBaik.co – Capaian Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Gresik masih jauh dari target nasional. Dari 30 persen penduduk wajib KTP yang ditargetkan pemerintah pusat melakukan aktivasi IKD, baru sekitar 10,5 persen warga Gresik yang tercatat.
Kondisi ini membuat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat bergerak cepat melakukan sosialisasi, terutama bagi kelompok rentan.
Kepala Disdukcapil Gresik Muhammad Hari Syawaludin, mengatakan percepatan sosialisasi ini penting agar kelompok yang belum memiliki dokumen kependudukan tidak kehilangan akses terhadap layanan publik.
“Sosialisasi ini untuk mendata ulang warga yang tidak punya e-KTP sama IKD agar nantinya mereka dapat bantuan sosial pemerintah pusat dan pemerintah daerah, sosial, kesehatan (UHC), bantuan pendidikan,” kata Hari, Senin (13/10).
Langkah tersebut dilanjutkan melalui program Pak Dalang Ke Pasar, yakni pelayanan jemput bola bagi penyandang disabilitas, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), hingga pasien rumah sakit yang belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Hari menjelaskan, sosialisasi juga difokuskan di wilayah dengan tingkat aktivasi rendah dengan melibatkan Ketua RT, RW, dan tokoh masyarakat.
“Harapannya dengan adanya dokumen kependudukan, masyarakat bisa memperoleh bantuan seperti bantuan sosial, kesehatan (UHC), bantuan pendidikan,” imbuhnya.
Upaya ini mendapat dukungan dari legislatif. Elvita Yuliati, Wakil Ketua Komisi I DPRD Gresik, menilai rendahnya kesadaran masyarakat melakukan aktivasi IKD dapat menimbulkan masalah serius.
“Masih banyak masyarakat yang sudah punya e-KTP tapi belum melakukan digitalisasi. Padahal, hal ini sangat penting untuk validasi data kependudukan agar tidak menimbulkan masalah, misalnya saat pemilihan umum atau penerimaan bantuan sosial,” ucap politisi PDI Perjuangan tersebut.
Elvita menegaskan pentingnya edukasi berkelanjutan agar digitalisasi kependudukan berjalan optimal. “Digitalisasi KTP ini adalah langkah penting menuju pelayanan publik yang modern dan akurat. Masyarakat harus ikut mendukung dengan aktif melakukan perekaman dan aktivasi IKD,” ujarnya.(*)







