Cerita Unik dan Menggelitik Asal-usul Nama Dusun Bokong Duwur-Bokong Ngisor di Sidoarjo

oleh -626 Dilihat
2549b9f0 088a 49d7 bf35 ca063ab59388
Dusun Bokong Duwur (Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co – Nama sebuah dusun biasanya berasal dari tokoh penting, peristiwa tertentu, atau kondisi alam. Namun di Desa Klantingsari, Tarik, Sidoarjo, ada dua nama dusun yang langsung membuat orang tersenyum saat mendengarnya. Dua nama itu adalah Dusun Bokong Duwur dan Dusun Bokong Ngisor.

Meski terdengar nyeleneh, nama tersebut justru menjadi identitas yang lekat di tengah masyarakat. Tidak sedikit pendatang yang kaget saat pertama kali mendengarnya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata ‘bokong; berarti pantat. Sedangkan istilah duwur dan ngisor dalam bahasa Jawa memiliki arti ‘atas’ dan ‘bawah’. Kombinasi ini membuat kedua nama dusun terasa unik sekaligus menggelitik.

Rahmat, 45, salah satu warga setempat, menceritakan bahwa sejak dahulu ada banyak kisah yang berkembang soal penamaan dua dusun tersebut. Namun, ada satu cerita yang paling sering diceritakan secara turun-temurun di tengah masyarakat.

Cerita itu berkaitan dengan Sungai Bokong, sungai kecil yang mengalir tepat di antara dua dusun tersebut. Sungai inilah yang diyakini menjadi awal munculnya nama Bokong Duwur dan Bokong Ngisor.

c90a22e7 e533 4ea8 a9ed df864b74013b
Dusun Bokong Ngisor (Achmad Adi Nurcahya)

Menurut Rahmat, pada masa lampau warga sebagian besar adalah petani. Untuk mencapai sawah, mereka harus menyeberangi sungai tersebut. Agar jarik atau sarung tidak basah, warga mengangkatnya setinggi mungkin saat menyeberang.

“Kalau air sungai sedang dalam, kain itu sampai diangkat ke bokong. Kalau tidak terlalu dalam, ya cukup sampai lutut atau pinggang,” ujar Rahmat pada KabarBaik.co Minggu (6/12) sembari mengenang cerita para sesepuh.

Dari kebiasaan itu, muncullah istilah Bokong Duwur untuk menggambarkan wilayah yang identik dengan angkatan kain lebih tinggi, serta Bokong Ngisor untuk wilayah yang lebih dangkal. Cerita ini masih hidup hingga kini dalam budaya tutur warga.

Rahmat juga menyebut ada versi dongeng lain yang beredar, yakni konon sungai itu sering dilalui para bidadari yang menuju sebuah tempat bernama Dusun Telaga. Cerita fantasi ini menjadi bagian dari kisah masa kecil warga setempat.

Meski kaya cerita, hingga kini belum ada catatan literasi resmi yang menjelaskan asal-usul dua nama itu. Namun bagi warga, nama Bokong Duwur dan Bokong Ngisor tetap menjadi bukti bahwa sejarah bisa lahir dari hal-hal sederhana, dari sungai kecil hingga kebiasaan sehari-hari yang akhirnya diwariskan lintas generasi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.