KabarBaik.co – Sejak menjabat pada bulan Oktober tahun 2021, Direksi Perumda Perkebunan Kahyangan Jember telah berhasil menorehkan beberapa prestasi. Seperti memperkecil nilai kerugian perusahaan hingga memberikan upah karyawan sesuai regulasi.
Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama Perumda Kahyangan Jember, Sofyan Sauri. Ia mengatakan bahwa di tahun 2022 lalu, pihaknya berhasil memperkecil nilai kerugian dibandingkan tahun 2021.
“Dari kerugian Rp 1.422.209.357, turun menjadi Rp 700.244.843. Sedangkan pada tahun 2023 kembali dapat memperkecil nilai kerugian sebesar kurang lebih Rp 671.616.869,” terang Sofyan, Minggu (15/9).
Berdasarkan data, capaian itu ia dilakukan selama menjabat dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Terlebih, lanjut Sofyan, saat ini Perumda Kahyangan telah memiliki sertifikat ISO 9001 : 2015, sejak tahun 2023 dan sertifikasi halal didapatkan tahun 2022 lalu.
“Perusahaan juga sudah menggunakan sistem cashless dan cashmanagement sejak tahun 2022,” imbuhnya.
Selain beberapa hal itu, Sofyan juga mampu menaikkan gaji karyawan sebesar 80 persen. Caranya, di tahun 2024 ini dibuatkan remunerasi dengan mempertimbangkan strata jabatan dan tabel gaji yang mengacu pada tabel gaji ASN tahun 2024 dengan persentase 80 persen.
“Mengenai upah harga satuan sadap, di PDP menurut kami tinggi dengan rentangan Rp 7.650–9.300 = rata-rata Rp 8.500/kg. Dari situ kami mengevaluasi dan menganalisa harga-harga tersebut untuk melakukan penyesuaian gaji, mulai karyawan lepas hingga karyawan golongan yang sudah kami sesuaikan di bulan agustus 2024,” papar Sofyan.
“Karena dulu tahun 2020 saat PDP mengalami hampir pailit, dilakukan penurunan gaji hingga 70 persen. Alhamdulillah, bulan agustus kemarin kami berusaha untuk mengembalikan hak-hak mereka walupun belum 100 persen,” tambahnya.
Di tahun 2024 ini, Perumda Perkebunan Kahyangan Jember terus melakukan inovasi untuk mengembangkan wana wisata baru, Wisata Kampung Belgia yang akan diresmikan pada tanggal 15 Sepetember 2024 ini. (*)








