KabarBaik.co, Jombang – Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 082/CPYJ, Kolonel Inf Batara Alex Bulo, mengingatkan generasi muda agar mewaspadai ancaman proxy war yang dinilai dapat mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pesan itu disampaikan saat memberikan pembekalan wawasan kebangsaan dan bela negara kepada lebih dari 2.000 peserta Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (Permata CAI) ke-47 di Bumi Perkemahan Kosambiwojo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang.
Dalam pembekalannya, Batara menekankan pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah derasnya pengaruh asing yang masuk melalui berbagai sektor.
“Ancaman saat ini bukan hanya perang secara fisik, tetapi juga proxy war. Karena itu, generasi muda harus memiliki semangat bela negara dan nasionalisme yang kuat,” ujarnya Kamis (2/7).
Di hadapan peserta, Batara juga berdialog dengan 12 santri Pondok Pesantren Gadingmangu yang pernah menempuh pendidikan di luar negeri, mulai Malaysia, China, Singapura, Taiwan, Amerika Serikat, Australia hingga Suriname.
Menurutnya, pengalaman internasional tersebut seharusnya semakin memperkuat rasa cinta tanah air.
“Wawancara ini untuk mengukur sekaligus mengapresiasi rasa bangga dan pemahaman para santri terhadap bela negara setelah berinteraksi dengan dunia internasional,” katanya.
Selain membahas wawasan kebangsaan, Batara menyinggung potensi wilayah Korem 082/CPYJ yang membawahi enam kabupaten dan dua kota. Ia mencontohkan Kabupaten Lamongan sebagai salah satu daerah yang berperan besar dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Keberhasilan swasembada pangan ini lahir dari sinergi antara TNI, masyarakat, pemerintah daerah, dan para komandan di lapangan,” ujarnya.
Batara juga mengajak peserta belajar dari sejarah Kerajaan Majapahit. Menurutnya, salah satu penyebab runtuhnya kerajaan besar tersebut adalah konflik internal yang melemahkan persatuan.
“Berdasarkan catatan sejarah, salah satu penyebab runtuhnya Majapahit adalah konflik internal dan perang dengan kerajaan Eropa. Ini harus menjadi pelajaran agar bangsa Indonesia tidak mudah dipecah belah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Batara turut menyoroti keamanan informasi di era digital. Ia mengingatkan agar informasi yang bersifat rahasia tidak dikirim melalui aplikasi pesan instan seperti WhatsApp.
“Saran saya, laporan yang bersifat rahasia jangan lewat WA. Indonesia punya budaya caraka, yaitu mengantar surat melalui utusan, dan itu dulu ditakuti bangsa luar. Jadi, jangan melaporkan hal yang bersifat rahasia melalui WA,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Permata CAI ke-47, Achmad Fawwaz, mengapresiasi materi yang disampaikan Danrem. Menurutnya, pembekalan tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menumbuhkan semangat bela negara.
“Kami mengapresiasi Danrem atas materi bela negara yang disampaikan. Amanah beliau akan kami tindak lanjuti dalam pembinaan generasi muda agar memiliki jiwa bela negara,” pungkasnya.






