Dari Gudang Bulog Magelang, Prabowo Pastikan Cadangan Beras Nasional Aman

oleh -265 Dilihat
Presiden Prabowo Subianto didampingi Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sidak gudang Bulog Magelang.
Presiden Prabowo Subianto didampingi Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sidak gudang Bulog Magelang.

KabarBaik.co, Magelang – Presiden Prabowo Subianto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kompleks Gudang Perum Bulog Danurejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/4). Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

Kunjungan yang dilakukan tanpa pemberitahuan ini menjadi penegasan langsung komitmen Presiden dalam memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga, terutama di tengah ketidakpastian global.

Wamentan Sudaryono menjelaskan, sidak tersebut bertujuan memastikan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) berada dalam kondisi aman dan siap disalurkan kapan pun dibutuhkan.

“Bapak Presiden tidak hanya menerima laporan di atas kertas, tetapi ingin melihat secara langsung stok beras yang tersimpan di gudang. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa cadangan pangan benar-benar tersedia, aman, dan siap disalurkan kepada masyarakat apabila dibutuhkan,” Ungkap Wamentan Sudaryono.

Menurutnya, langkah Presiden turun langsung ke lapangan menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.

“Dalam kondisi tersebut, pemerintah dalam hal ini Bapak Presiden ingin memastikan bahwa Indonesia tetap berada dalam posisi yang kuat, baik dari sisi pasokan maupun stabilitas harga pangan,” Ungkapnya

Dalam peninjauan tersebut, Presiden dan rombongan melihat langsung gudang berkapasitas 7.000 ton yang saat ini terisi penuh. Kondisi ini mencerminkan kesiapan stok beras, khususnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Jawa Tengah.

Wamentan menekankan, sidak dilakukan secara mendadak untuk mendapatkan gambaran riil kondisi di lapangan.

“Jadi kunjungannya ini bersifat mendadak, jadi tidak ada pemberitahuan, langsung mampir, sehingga ingin mengetahui sebetulnya atau catatan sebetulnya seperti apa. Bahkan memang pimpinan Bulog sengaja tidak kita beritahu untuk kita pengen tahu sebenar-benarnya seperti apa dilapangan. Dan ternyata memang membanggakan, jadi stok cadangan beras pemerintah kita memang tinggi, gudang Bulog ini dimana-mana penuh,” Ungkapnya.

“Kemarin saya juga sudah sidak di gudang Bulog tempat lain, termasuk Pak Mentan (Menteri Pertanian) sidak di Makassar, di Bone, dan lain-lain itu penuh semua. Itu menjadi catatannya,” Tambah Wamentan Sudaryono menjelaskan.

Lebih jauh, Sudaryono mengungkapkan kinerja produksi beras nasional menunjukkan tren positif. Pada 2025, produksi meningkat 4,07 juta ton atau 13,29 persen, didorong oleh peningkatan luas panen dan berbagai kebijakan sektor pertanian.

“Cadangan Beras Pemerintah (CBP) hingga April 2026 mencapai sekitar 4,8 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, dan terus bergerak menuju 5 juta ton. Capaian ini menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri,” Ungkap Wamentan Sudaryono yang juga merupakan anak seorang petani asal Grobogan, Jawa Tengah itu.

Ia menambahkan, ketahanan pangan nasional juga diperkuat oleh stok beras di masyarakat dan potensi produksi ke depan.

“Beras yang beredar di masyarakat diperkirakan mencapai hampir 12 juta ton, serta potensi panen dalam waktu dekat sekitar 12 juta ton. Secara total, kekuatan stok beras nasional mencapai sekitar 28 juta ton setara dengan ketahanan pangan hingga 11 bulan ke depan,” Imbuhnya.

Selain memastikan stok, pemerintah juga memperkuat peran Bulog dalam menjaga keseimbangan harga, baik di tingkat petani maupun konsumen.

“Kami optimistis target serapan gabah setara beras pada tahun 2026 sebesar 4 juta ton dapat tercapai seiring meningkatnya produksi padi nasional. Target ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 3 juta ton,” Tuturnya.

Wamentan menegaskan, Bulog memegang peran strategis sebagai penyangga harga pangan nasional.

“Penjamin harga itu Bulog. Ketika harga jatuh, negara hadir melalui Bulog dengan membeli gabah dari petani dengan harga yang baik sehingga kesejahteraan petani terjamin,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Bulog menyerap sekitar 10 hingga 15 persen dari total produksi beras nasional. Dengan produksi sekitar 34,5 juta ton, cadangan yang dikelola berada di kisaran 3,6 hingga 3,7 juta ton sebagai buffer stock.

Intervensi tersebut dinilai penting, terutama saat panen raya ketika suplai melimpah dan berpotensi menekan harga di tingkat petani. Sebaliknya, saat produksi menurun dan harga meningkat, cadangan beras akan digelontorkan ke pasar guna menjaga stabilitas.

“Jadi harga di tingkat petani dijaga melalui HPP, dan di tingkat konsumen dijaga melalui HET agar keduanya tidak dirugikan,” jelasnya.

Penguatan peran Bulog juga didukung kebijakan pemerintah, termasuk Instruksi Presiden terkait percepatan serapan gabah nasional.

“Untuk mengelola pangan negara, dibutuhkan aturan yang kuat dan dukungan anggaran yang memadai. Karena itu, peran Bulog terus diperkuat,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.