KabarBaik.co, China- Bulu tangkis Prancis baru saja mengukir babak baru dalam sejarah olahraga mereka. Tampil tanpa beban di bawah teror angin kencang arena, Toma Junior Popov sukses menciptakan kejutan besar dengan menembus babak final China Open 2026.
Pebulu tangkis berusia 27 tahun itu membukukan kemenangan comeback dramatis atas unggulan kedelapan asal Kanada, Victor Lai, dengan skor 14-21, 21-12, 21-15 pada partai semifinal yang berlangsung Sabtu (25/7).
Hasil tersebut tak hanya menjadi kemenangan perdana Popov atas Victor Lai dalam tiga laga. Tapi, juga menobatkannya sebagai tunggal putra Prancis pertama sepanjang sejarah yang berhasil menembus partai puncak ajang BWF World Tour Super 1000.
Hanya dalam kurun waktu 24 jam, Popov dua kali memecahkan rekor nasional. Sebelumnya, dia menjadi tunggal Prancis pertama dalam 22 tahun terakhir—sejak keajaiban Pi Hongyan pada 2004—yang sanggup melangkah hingga semifinal China Open.
“Ini pertama kalinya saya berada di panggung sebesar ini. Saya cuma berusaha menikmati setiap detik di lapangan,” ujar Popov usai laga. “Saya sangat bangga bisa membawa nama Prancis ke level teratas,” ujarnya seperti dilansir dari laman resmi BWF.
Menaklukkan ‘Sisi Terlarang’ Arena Changzhou
Laga semifinal di Changzhou Olympic Sports Center Gymnasium tersebut tak sekadar menguji teknik, melainkan juga ketahanan mental dalam beradaptasi dengan kondisi angin ekstrem. Sisi lapangan yang searah angin membuat kontrol bola menjadi hampir mustahil.
Sempat tertekan dan menyerah di gim pertama, pebulutangkis peringkat 16 dunia tersebut mengubah taktik secara drastis setelah interval gim penentuan. Popov memilih bermain sabar, menguasai area depan net, dan membiarkan drift lapangan “memaksa” musuhnya melakukan kesalahan sendiri.
“Kuncinya adalah mencuri poin sebanyak mungkin saat berada di ‘sisi buruk’. Bermain dari sana hampir mustahil, jadi saya memanfaatkan permainan net dan menunggu kesalahan mudah lawan,” puji Popov mengenai strateginya.
Menatap Mahkota Tertinggi
Sebelum terobosan Popov minggu ini, rekor tertinggi bulu tangkis Prancis di level Super 1000 hanya dipegang oleh ganda campuran Thom Gicquel/Delphine Delrue. Bahkan bagi Popov pribadi, ia belum pernah melangkah lebih jauh dari ajang kelas Super 300.
Kini, hanya ada satu rintangan terakhir yang berdiri di antara Popov dan rekor terbesar dalam kariernya. Yakni, veteran asal China Taipei (Taiwan), Chou Tien Chen, yang melaju ke final seusai menundukkan Lin Chun Yi.
“Pekerjaan belum selesai, masih ada satu langkah lagi,” tegas Popov. “Saya sangat bersemangat dan tidak sabar untuk kembali ke lapangan esok hari (Minggu, Red).” (*)








