Demak-Kudus Darurat, Ada Apa Cak Imin Repost Berita Lama PBNU

Editor: Hardy
oleh -216 Dilihat
Info grafis sebaran posko pengungsian banjir Demak (IG BPBD Demak)

KabarBaik.co- Dampak banjir di wilayah Demak-Kudus, Jawa Tengah, terbilang luar biasa. Banyak kampung terkepung genangan air. Ribuan warga terpaksa tinggal di pengungsian. Padahal, tengah berpuasa. Belasan ribu anak pun tidak bisa bersekolah karena sekolah-sekolah terendam. Sawah-sawah berubah bak lautan.

Sejumlah pihak menyebut, kerugian material di wilayah dengan nilai histori tinggi itu diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah. Bahkan, boleh jadi menyentuh angka triliun. Maklum, banjir besar di Demak dan sekitarnya sudah beberapa kali terjadi.

Di tengah bencana hidrometeorologi tersebut, Ketua Umum DPP PKB A. Muhaihim Iskandar turut memberikan respons. Dalam cuitan di akun X (Twitter), Kamis (21/3), Cak Imin—panggilan akrabnya—mengunggah tautan berita dari NU Online. Judulnya: PBNU Minta Pemerintah Lebih Serius Tangani Banjir dan Longsor. ‘’2008 ternyata,’’ cuitnya lagi.

Belum jelas apa maksud unggahan mantan Cawapres pasangan Anies Baswedan tersebut. Boleh jadi itu merupakan ’’sindiran’’ bagi pimpinan PBNU masa khidmah sekarang. Yang pasti, dalam tautan berita lama itu KH Hasyim Muzaki, ketua umum PBNU saat itu, meminta pemerintah pusat lebih serous menangani bencana longsor dan banjir.

“Pemerintah harus serius menangani bencana yang terjadi. Untuk itu, Presiden harus segera memanggil kepala daerah yang terkena bencana guna mencari jalan keluar musibah di tanah air,” kata KH Hasyim Muzadi yang disampaikan pada 2 Januari 2009 di Jakarta.

Kala itu, Hasyim menilai kinerja pemerintah belum maksimal dalam mengantisipasi dan menangani korban bencana di Indonesia, terutama longsor dan banjir di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dengan memanggil para kepala daerah, Presiden diharapkan mampu menemukan solusi tepat dalam mengantisipasi bencana dan menangani para korbannya.

“Sejak dulu telah saya katakan, bencana banjir bisa datang sewaktu-waktu. Nah, Presiden perlu memanggil para kepala daerah untuk mencari jalan keluar dan bicara soal urunan anggaran untuk menangani bencana,” lanjut pernyataan KH Hasyim Muzadi ketika itu.

KH Hasyim Muzadi juga menyampaikan, kepala daerah yang terkena bencana saat ini masih takut mengeluarkan anggaran untuk menangani bencana, karena belum adanya jaminan bebas dari penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Jadi, kalau harus menggunakan anggaran daerah, harus ada jaminan dari Presiden mereka tidak ditangkap KPK. Dan pertemuan dengan para kepala daerah juga untuk membahas masalah itu,” paparnya.

Unggahan Cak Imin itupun mendapat komentar beragam dari ratusan warganet.  ‘’Yang sekarang sibuk ngurus karteker gus,’’ ungkap Ali Faidhiy Thoifur. Ada juga komentar yang lucu. ‘’Xixixi, Ada aja bahan leluconnya,’’ kata @Hendra_misni.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak Agus Nugroho kepada wartawan mengatakan, banjir kali ini lebih parah dibanding dengan banjir pada 1992 lalu. Bahkan, terkait banjir tahun ini, sudah dikeluarkan tiga kali status tanggap darurat. Kejadian itu rasanya tidak pernah terjadi di Indonesia. ‘’Sampai tiga kali status tanggap darutat,’’ katanya, Kamis (21/3).

Di tempat lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Demak Harris Wahyudi Ridwan di Demak mengungkapkan, hasil pendataan sementara total ada 330 sekolah yang terdampak banjir. Riniciannya, TK dan PAUD sebanyak 185 unit serta SD-SMP sebanyak 145 sekolah. Jumlah siswa terdampak diprediksi belasan ribu.

Sejuah ini, banjir di Kabupaten Demak belum surut. Tidak hanya sekolah, permukiman, dan area persawahan. Banjir juga manyasar perkantoran dan kawasan wisata. Termasuk kompleks makam Wali Songo Sunan Kalijaga di Kadilangu dan pelataran Masjid Agung Demak. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.