Dewan Kebudayaan Surabaya Bidik Pemajuan Budaya Berbasis Data dan Penelitian

oleh -89 Dilihat
Ketua Dewan Kebudayaan Surabaya, Heti Palestina Yunani.
Ketua Dewan Kebudayaan Surabaya, Heti Palestina Yunani.

KabarBaik.co, Surabaya– Dewan Kebudayaan Surabaya periode 2026-2029 menyiapkan arah baru dalam upaya pemajuan kebudayaan di Kota Pahlawan. Tidak lagi sekadar berfokus pada penyelenggaraan pentas seni, Dewan Kebudayaan kini menitikberatkan program kerja pada bidang kuratorial serta penelitian dan kebijakan kebudayaan berbasis riset.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemajuan kebudayaan secara lebih terukur, menyeluruh, dan menyentuh hingga tingkat kelurahan.

Ketua Dewan Kebudayaan Surabaya, Heti Palestina Yunani mengatakan cakupan kerja Dewan Kebudayaan saat ini jauh lebih luas dibanding sebelumnya. Hal itu sejalan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang mengatur 10 objek pemajuan kebudayaan.

“Karena lingkupnya menjadi sangat besar, maka kerja dewan kebudayaan tidak lagi hanya melibatkan kesenian. Kesenian menjadi salah satu dari 10 objek pemajuan kebudayaan,” ujar Heti usai menerima Surat Keputusan (SK) Pengurus Dewan Kebudayaan Surabaya di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Jumat (15/5).

Ia menjelaskan, pada tahap awal Dewan Kebudayaan akan memperluas pemahaman masyarakat terkait fungsi dewan kebudayaan yang kini mencakup berbagai sektor budaya. Selain itu, pihaknya juga mulai melakukan identifikasi potensi budaya yang ada di Surabaya berdasarkan objek pemajuan kebudayaan.

Sepuluh objek tersebut meliputi tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, hingga olahraga tradisional.

Menurut Heti, Dewan Kebudayaan membagi fokus kerja kelembagaan dalam dua bidang utama.

Pertama adalah bidang kuratorial yang bertugas melakukan seleksi dan pengkajian terhadap berbagai pertunjukan maupun kegiatan budaya yang akan ditampilkan.

“Kuratorial itu misalnya ketika ada pertunjukan yang akan tampil, kami mengkurasi mana yang sesuai,” katanya.

Sementara bidang kedua adalah penelitian dan kebijakan kebudayaan. Bidang ini nantinya akan menghasilkan berbagai kajian yang menjadi dasar penyusunan arah kebijakan budaya di Surabaya.

“Penelitian ini nantinya akan menjadi dasar arah kebijakan Pak Wali Kota sehingga program budaya benar-benar berbasis hasil riset,” ujarnya.

Heti menambahkan, proses penelitian budaya akan melibatkan masyarakat hingga tingkat kelurahan. Pendekatan tersebut dinilai penting agar pemetaan potensi budaya lokal dapat dilakukan secara lebih menyeluruh dan sesuai dengan karakter masing-masing wilayah.

Dengan pendekatan berbasis penelitian, Dewan Kebudayaan berharap program kebudayaan di Surabaya tidak lagi hanya berorientasi pada penyelenggaraan acara seremonial, melainkan mampu melahirkan kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Berbeda dengan sebelumnya yang mungkin hanya fokus pada pentas atau acara. Kami ingin kebijakan budaya lahir dari penelitian,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.