KabarBaik.co – Dinas Perhubungan Banyuwangi mengumpulkan 23 pengusaha perusahaan otobus (PO) yang beroperasi di wilayah setempat.
Pengumpulan ini imbas insiden kecelakaan bus siswa study tour yang terjadi di Subang, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Plt. Kepala Dishub Banyuwangi I Komang Sudira Atmaja menjelaskan dalam waktu dekat bekerja sama dengan pihak kepolisian dan Dishub Provinsi Jawa Timur, Dishub Banyuwangi akan melaksanakan uji petik dengan melakukan ramp check untuk menguji kelaikan kendaraan.
Uji kelaikan pun tak akan terjadwal, melainkan dilakukan secara acak. Hal tersebut bertujuan agar seluruh kendaraan di Banyuwangi memiliki kesiapan dan jaminan keselamatan bagi penumpangnya.
“Uji petik dilakukan sebagai antisipasi, supaya para pengusaha tertib administrasi dan tertib berkendara,” kata Komang.
Bila ditemukan kendaraan yang tak laik jalan, Dishub tidak akan segan untuk mengambil tindakan tegas. Tindakan terburuk yakni menahan kendaraan yang tak layak beroperasi.
“Sampai yang terburuk adalah menahan atau mengkandangkan kendaraan untuk tidak beroperasi sampai laik jalan,” tegas Komang.
Pihaknya pun mewanti-wanti tanggung jawab PO Bus sebagai bagian dari pelayanan pariwisata Banyuwangi. Sehingga kemudian pengusaha harus tertib aturan dan mengutamakan kondisi kendaraan dalam keadaan baik untuk memastikan keamanan, keselamatan serta kenyamanan wisatawan.(*)







