DMI Jatim Siapkan 400 Pendamping Halal, Bidik UMKM Berbasis Masjid

oleh -124 Dilihat
DMI JATIM PODCAST

KabarBaik.co, Surabaya- Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur memperkuat peran masjid sebagai penggerak ekosistem halal dengan menyiapkan 400 pendamping proses produk halal (P3H). Tujuannya untk membantu pelaku UMKM di sekitar masjid memperoleh sertifikasi halal.

Ratusan pendamping tersebut merupakan hasil empat kali pelatihan yang diikuti pengurus DMI dan takmir masjid. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya DMI Jatim mempercepat literasi dan sertifikasi halal, terutama bagi pelaku usaha kecil yang selama ini belum tersentuh pendampingan.

Wakil Ketua PW DMI Jatim Bidang Halal Lifestyle Dr Siti Nur Husnul Yusmiati STP MKes mengatakan, sertifikasi halal tidak semestinya dipandang sekadar mengikuti tren pasar. Bagi umat Islam, kehalalan produk merupakan kebutuhan mendasar yang berkaitan dengan kewajiban mengonsumsi makanan dan minuman yang halal serta thoyib.

“Sebanyak 400 pendamping proses produk halal itu merupakan hasil empat kali pelatihan untuk pengurus DMI dan takmir masjid,” kata Husnul dalam Podcast Masjid Inspiratif yang diselenggarakan Departemen Kominfo DMI Jatim di Surabaya, Kamis (13/8).

Podcast tersebut turut disaksikan Ketua PW DMI Jatim Dr KHM Sudjak MAg dan menghadirkan Sekretaris PW DMI Jatim Drs H Suhadi, yang juga Ketua Yayasan Demasindo Jatim.

Menurut Husnul, masjid memiliki posisi strategis dalam percepatan sertifikasi halal karena jejaring masjid tidak hanya berisi konsumen, tetapi juga pelaku usaha dan produsen dari berbagai sektor.

“DMI dengan jejaring masjid yang memiliki jamaah sebagai konsumen dan produsen dari berbagai produk tentu sangat penting dengan sertifikasi halal,” ujarnya.

Penguatan pendampingan tersebut semakin strategis karena DMI Jatim telah memiliki Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) sejak 14 Januari 2026. Lembaga ini telah berhak melakukan pendampingan secara resmi, mulai memastikan bahan baku, proses pengolahan, hingga aspek penamaan produk sebelum proses sertifikasi.

Husnul menekankan bahwa aspek halal tidak berhenti pada penggunaan bahan yang halal, tetapi juga mencakup seluruh proses dan identitas produk. “Jangan pakai nama Mie Setan,” katanya, mencontohkan pentingnya memperhatikan nama produk dalam proses pengajuan sertifikasi halal.

Dia menambahkan, potensi pasar halal juga semakin besar secara global. Bahkan di sejumlah negara non-Muslim, label halal semakin dipercaya sebagai bentuk jaminan terhadap standar produk, termasuk aspek kebersihan dan kesehatan.

Menurut Husnul, perkembangan konsep halal kini juga mulai merambah sektor kesehatan dan layanan lainnya. Karena itu, literasi halal perlu diperluas agar masyarakat memahami halal secara lebih menyeluruh, bukan sekadar persoalan logo pada kemasan. “Literasi halal juga perlu masif,” katanya.

Dorong Masjid Jadi Pusat Pemberdayaan

Sekretaris PW DMI Jatim Drs H Suhadi mengatakan, penguatan ekosistem halal merupakan bagian dari upaya DMI menjadikan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat.

DMI Jatim, lanjut dia, saat ini memiliki tiga program unggulan, yakni Uang Kehormatan Imam Masjid (UKIM) sejak 2019, Masjid Award sejak 2023, dan Halal Center yang mulai berjalan pada 2026. “Prinsipnya, DMI ingin satu masjid makmur, maka semuanya harus makmur,” ujar Suhadi.

Dia menjelaskan, DMI Jatim menjadi rumah besar yang mengakomodasi masjid dan musala di seluruh Jawa Timur. Saat ini terdapat sekitar 3.700 DMI ranting, 666 DMI cabang, dan 38 DMI daerah yang berada di tingkat kabupaten/kota.

Dalam Podcast Masjid Inspiratif tersebut, DMI Jatim juga menampilkan sejumlah masjid yang dinilai berhasil menjadi inspirasi dalam pengelolaan dan pemberdayaan jamaah. Di antaranya, Masjid Al-Huda Sambikerep Surabaya, Masjid Nurul Fatah Bangunsari Krembangan Surabaya, Masjid Nurul Jannah Petrokimia, Masjid Al Huda Universitas Merdeka Malang, Masjid Agung Jamik Kota Malang, serta Masjid Raya Ulul Albab UINSA Surabaya.

Melalui penguatan jaringan pendamping halal hingga tingkat masjid, DMI Jatim menargetkan masjid dapat menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk naik kelas, sekaligus memperluas ekosistem produk halal di Jawa Timur. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.