KabarBaik.co, Malang – Seorang pasien BPJS asal Bogor Yurizal Tri Chaerawan mendapat komentar nirempati dari sejumlah tenaga kesehatan (nakes). Itu setelah Yurizal menulis di Threads bahwa ia tak juga mendapat ruangan meski sudah menunggu selama delapan jam.
“8 jam belum dapat ruangan. Ga mau spill RS-nya, soalnya gue pake BPJS,” tulis Yurizal di akun Threads-nya @yurizaltrich yang diunggah pada 23 Juli 2026.
Unggahan keluhan Yurizal tersebut ternyata kemudian viral dan dikomentari oleh para nakes dengan komentar nirempati. Sembilan hari kemudian atau pada 31 Juli 2026, Yurizal meninggal dalam perawatan.
Netizen pun mengecam komentar tak bermartabat para nakes tersebut. Ternyata salah seorang nakes yang ikut berkomentar adalah seorang dokter yang berdinas di sebuah puskesmas di Malang.
Dokter itu adalah dr Herdiana Ayu Saputri yang berdinas di Puskesmas Pakisaji. Herdiana juga merupakan seorang ASN di Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.
“yurizal yurizal, kau masuklah ke triase merah dulu zal, nanti cepet kau dapat kamar. Lengkap dengan ventilator dan monitornya bunyi “tit tit…tit..titt..”. Dingin bgt kamarnya zal, bs pake bpjs,” komentar Herdiana.
Unggahan permintaan maaf dari para nakes yang menghina Yurizal membuat Herdiana juga menulis permintaan maaf. Namun dalam unggahan itu Herdiana mengaku bahwa permintaan maaf itu ditulis oleh suaminya, dan bukan dirinya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Malang membenarkan bahwa dokter yang menjadi sorotan merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas sebagai dokter fungsional di UPT Puskesmas Pakisaji.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Malang drg. Izzah EL Maila, mengatakan pihaknya telah melakukan penanganan awal dan saat ini masih menjalankan proses investigasi terhadap dugaan pelanggaran disiplin.
“Iya benar yang bersangkutan merupakan dokter fungsional di Puskesmas Pakisaji. Kita sudah mengambil langkah-langkah terkait itu. Kita usahakan secepatnya, hasilnya nanti akan kita sampaikan,” ujarnya, Jumat (7/8). (*)







