KabarBaik.co, Gresik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menggelar The 1st Gresik Business Forum sebagai upaya memperkuat komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha sekaligus membangun iklim investasi yang lebih kompetitif.
Mengusung tema “Beyond Investment: Membangun Kemitraan Strategis untuk Masa Depan Gresik”, forum yang digelar Kamis (30/7) di Ballroom Hotel Horison GKB itu dihadiri sekitar 100 peserta. Mereka terdiri dari pelaku usaha, pengelola kawasan industri, asosiasi dunia usaha, perbankan, akademisi, perangkat daerah, hingga pemangku kepentingan lainnya.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Gresik Reza Pahlevi mengatakan, forum tersebut tidak hanya menjadi ruang promosi investasi, tetapi juga wadah menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi dunia usaha.
“Kami ingin forum ini menjadi wadah strategis untuk menarik investasi sekaligus memperkuat brand image bahwa Gresik adalah salah satu daerah tujuan investasi yang menarik,” ujarnya.
Menurut Reza, berbagai isu strategis dibahas dalam forum tersebut, mulai dari tata ruang, ketenagakerjaan, hingga penyesuaian kebijakan investasi. Harapannya, komunikasi yang lebih intens antara pemerintah dan investor dapat menciptakan kepastian usaha sekaligus mendorong lahirnya investasi baru.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan investasi yang masuk ke Gresik tidak boleh hanya diukur dari besarnya nilai modal, tetapi juga manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Investasi mungkin dimulai dengan angka, tetapi kemitraan dibangun melalui kepercayaan. Investasi menghadirkan proyek, tetapi kemitraan menciptakan masa depan,” ujar Bupati Yani.
Ia menekankan pentingnya kepastian tata ruang sebagai fondasi investasi di Gresik. “Kita berangkat dari tata ruang karena dari tata ruang itu ada kepastian hukum dalam berinvestasi. Jelas, tidak tumpang tindih, tidak abu-abu,” katanya.
Selain itu, Bupati Yani juga meminta pelayanan perizinan dilakukan secara cepat dan responsif. “Tidak ada lagi bahasa sulit mengurus perizinan di Kabupaten Gresik. Kalau ada yang kurang, dilengkapi, cepat selesai, keluar. Kalau ada yang lama, silakan ngomong ke saya,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, Pemkab Gresik juga menawarkan lima peluang investasi strategis, mulai dari industri pengolahan tembaga, alat dan mesin pertanian, hilirisasi timah, industri farmasi, hingga pengolahan hasil perikanan bernilai tambah.
Tak hanya itu, sejumlah perusahaan juga menerima penghargaan atas kontribusinya terhadap realisasi investasi, penyerapan tenaga kerja lokal, kemitraan dengan UMKM, hingga kepatuhan pelaporan kegiatan penanaman modal.
Melalui forum perdana ini, Pemkab Gresik berharap hubungan pemerintah dan dunia usaha tidak berhenti pada proses perizinan, melainkan berkembang menjadi kemitraan yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.(*)






