KabarBaik.co – DPRD Kabupaten Blitar memberikan apresiasi atas keberhasilan penanganan stunting yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Blitar.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar, M Rifa’i.
Rifa’i mengatakan, keberhasilan merupakan prestasi buah kerja keras dari banyak pihak. Dan kolaborasi itu, menunjukkan komitmen yang kuat Kabupaten Blitar dalam menangani isu stunting.
“Kita patut bangga dan mengapresiasi. Di mana keberhasilan Kabupaten Blitar menyelesaikan pendataan 100 persen terhadap balita adalah langkah penting dalam upaya mengatasi stunting,” ujarnya, Rabu (3/7).
Rifa’i menegaskan, kolaborasi antara berbagai elemen masyarakat Kabupaten Blitar bersama pemerintah daerah, sangatlah krusial dalam mencapai target program ini.
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang mempengaruhi pertumbuhan anak-anak. Kasus ini menjadi perhatian utama pemerintah. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 21,5 persen. Sedangkan di Jawa Timur tercatat 17,7 persen.
“Di Kabupaten Blitar, dalam setahun terakhir prevalensi stuntingnya meningkat dari 14,3 persen menjadi 20,3 persen. Kemudian hasil dari penimbangan balita di Posyandu, menunjukkan peningkatan dari 9,5 persen pada Februari 2023 menjadi 10,5 persen pada Februari 2024,” tuturnya.
Atas kondisi ini, pada Juni 2024 pemerintah pusat menginstruksikan pelaksanaan intervensi serentak penanganan stunting. Yaitu diawali dengan pendataan menyeluruh kepada balita serta ibu hamil melalui Posyandu.
“Kabupaten Blitar merespons instruksi dari pusat ini dengan baik. Akhirnya berhasil mendata 63.990 balita. Dan itu menempatkan Kabupaten Blitar di posisi pertama di Jawa Timur, serta posisi lima besar secara nasional,” ungkapnya.
Ditegaskan M Rifa’i, DPRD Kabupaten Blitar berkomitmen, terus mendukung program-program untuk menurunkan prevalensi stunting.
“Kami menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor, untuk menangani masalah stunting,” pungkasnya.(*)






