KabarBaik.co, Jember – Aksi kriminalitas jalanan kembali terjadi di wilayah hukum Polres Jember. Seorang karyawati dapur SPPG Tanwirul Ulum, Trias Tika Yulia Ningrum, 26, menjadi korban pembacokan oleh komplotan begal saat hendak memulai pekerjaannya pada Senin (6/4) dini hari.
Peristiwa mencekam ini terjadi di halaman parkir Dapur SPPG Tanwirul Ulum, Dusun Krajan, Desa Umbulsari, Kecamatan Umbulsari, sekitar pukul 02.55 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban baru saja tiba di tempat kerja dan memarkirkan sepeda motor Honda Beat miliknya (Nopol P-4977-MS) dalam kondisi kunci setir. Tak lama setelah masuk ke area dapur, korban kembali ke parkiran karena ada barang yang tertinggal di dalam jok motor.
Namun, alangkah terkejutnya korban saat melihat motornya sudah dalam keadaan mesin menyala dan siap dibawa kabur oleh pelaku. Tanpa rasa takut, korban berusaha melakukan perlawanan dengan cara tarik-menarik motor sambil berteriak histeris meminta pertolongan.
Panik karena aksi mereka diketahui, salah satu rekan pelaku yang berjaga di luar langsung merangsek masuk dan menyerang korban menggunakan senjata tajam jenis celurit.
“Korban berusaha mempertahankan motor miliknya. Karena panik, salah satu pelaku membacokkan sebilah celurit ke arah korban hingga mengenai lengan kanan dan kiri,” ungkap Kapolsek Umbulsari, AKP S. Budhi Santoso.
Mendengar teriakan korban, warga sekitar dan rekan kerja korban segera berdatangan ke lokasi. Melihat massa yang mulai berkumpul, komplotan yang diduga berjumlah empat orang itu memilih melarikan diri, meninggalkan motor korban yang gagal mereka bawa.
Akibat serangan tersebut, Trias Tika mengalami luka berat pada bagian lengan dan langsung dilarikan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Umbulsari untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Umbulsari yang dipimpin langsung oleh Kapolsek telah mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk satu unit sepeda motor Honda Beat milik korban dan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mengidentifikasi para pelaku.
“Saat ini kasus sedang dalam proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Kami telah mencatat keterangan saksi-saksi dan mengamankan rekaman CCTV untuk memburu para pelaku yang kini masih dalam pengejaran (Lidik),” tegas AKP S. Budhi.
Kasus ini pun telah dilaporkan secara resmi kepada Kapolres Jember sebagai atensi serius terkait tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) di wilayah tersebut. (*)







