Dulu Silaturahmi, Lebaran Sekarang? Yang Penting Upload Dulu

oleh -95 Dilihat
LEBARAN MEDSOS

KabarBaik.co, Jakarta- Momen Lebaran selalu identik dengan silaturahmi, kebersamaan keluarga, dan tradisi yang hangat. Namun dalam beberapa tahun terakhir, cara masyarakat merayakan Lebaran mengalami perubahan signifikan. Terutama dengan hadirnya media sosial yang semakin mendominasi kehidupan sehari-hari.

Kini, Lebaran bukan hanya soal berkunjung dari rumah ke rumah, tetapi juga tentang bagaimana momen tersebut dibagikan secara digital melalui platform seperti Instagram, Facebook, dan TikTok.

Silaturahmi Tak Lagi Terbatas Ruang

Jika dulu ucapan Lebaran disampaikan melalui kartu pos atau SMS, kini masyarakat lebih memilih mengirimkan pesan lewat aplikasi atau mengunggah ucapan di story dan feed. Video ucapan Lebaran, desain grafis bertema Idul Fitri, hingga konten reels menjadi cara baru untuk tetap terhubung dengan kerabat yang jauh.

Fenomena tersebut membuat silaturahmi menjadi lebih luas dan instan. Seseorang bisa menyapa ratusan bahkan ribuan orang dalam sekali unggahan. Namun, di sisi lain, muncul pertanyaan. Apakah kedekatan emosional tetap terjaga?

Tren Konten Lebaran: Dari Outfit hingga Aesthetic Family Moment

Lebaran juga menjadi ajang ekspresi diri di dunia digital. Salah satu tren yang paling mencolok adalah “outfit Lebaran” atau OOTD yang dibagikan secara masif. Mulai dari busana tradisional hingga gaya modern minimalis, semuanya tampil dalam kurasi visual yang rapi dan menarik.

Selain itu, banyak keluarga kini membuat konten khusus seperti foto keluarga estetik, video transisi sebelum dan sesudah salat Id, hingga dokumentasi momen makan bersama. Tidak sedikit pula yang merencanakan konsep konten Lebaran jauh-jauh hari.

Fenomena ini menunjukkan bahwa Lebaran tidak hanya dirayakan sebagai tradisi, tetapi juga sebagai momen kreatif yang layak dipublikasikan.

Dari Berbagi Kebahagiaan ke Budaya “Flexing”

Namun, di balik konten yang menarik, muncul sisi lain yang cukup disorot: budaya “flexing” atau pamer gaya hidup. Unggahan tentang baju baru, hampers mewah, hingga perjalanan mudik dengan fasilitas premium menjadi hal yang umum ditemui.

Bagi sebagian orang, ini adalah bentuk berbagi kebahagiaan. Namun bagi yang lain, hal tersebut bisa menimbulkan tekanan sosial atau perasaan kurang nyaman. Terlebih di tengah kondisi ekonomi yang tidak merata.

Transformasi digital dalam perayaan Lebaran tidak bisa dihindari. Media sosial telah membuka cara baru dalam merayakan, berkomunikasi, dan mengekspresikan diri. Meski begitu, esensi Lebaran sebagai momen saling memaafkan dan mempererat hubungan tetap menjadi hal utama.

Yang menjadi tantangan adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara kehidupan digital dan interaksi nyata. Sebab, pada akhirnya, kehangatan Lebaran tidak hanya terletak pada apa yang ditampilkan di layar, tetapi juga pada hubungan yang benar-benar dirasakan.

Lebaran di era media sosial adalah cerminan zaman: cepat, visual, dan terkoneksi. Tinggal bagaimana setiap individu memaknainya—apakah sekadar konten, atau tetap sebagai momen yang penuh makna.

Dan, di tengah kemudahan silaturahmi digital, tradisi berkunjung langsung dari rumah ke rumah tetap memiliki nilai yang tak tergantikan. Bertatap muka, berjabat tangan, dan berbincang secara langsung mampu memperkuat ikatan emosional, menghadirkan kehangatan yang lebih nyata, serta memperdalam rasa kebersamaan. Selain itu, interaksi langsung juga membuka ruang empati, mempererat hubungan kekeluargaan, dan menjaga nilai-nilai budaya yang telah diwariskan turun-temurun.

“Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.”
(HR. Bukhari dan Muslim)  (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini



No More Posts Available.

No more pages to load.