KabarBaik.co, Surabaya – Walikota Surabaya Eri Cahyadi tak bisa menahan kekesalannya melihat kondisi penataan parkir kawasan religi Ampel yang dinilai sangat berantakan. Kemarahan ini bahkan menjadi sorotan dan viral di berbagai media sosial setelah Eri melakukan peninjauan langsung di lokasi.
Eri menegaskan kawasan tersebut tidak hanya bermasalah soal parkir, tetapi juga maraknya aksi pemalakan terhadap peziarah yang mengganggu kenyamanan warga.
“Kawasan Ampel iki ancen semrawut puooll. Bukan cuma perkoro parkir, tapi onok sing lapor nang Hotlineku pas nyebrang dalan onok sing mekso njaluk duwek sisan nang peziarah,” ujar Eri dengan nada tinggi, yang videonya kini ramai dibagikan warganet.
Turun Langsung Saat Puncak Keramaian
Karena laporan yang masuk dan kondisi yang memprihatinkan, Eri memutuskan untuk turun tangan langsung pada Kamis malam/Jumat dini hari, tepat saat puncak keramaian orang ziarah ke Makam Mbah Ampel.
Di lokasi, Eri langsung mengumpulkan jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP Surabaya untuk memberikan instruksi tegas dan meminta perubahan segera.
“Makane, wingi aku mudun langsung mrono pas rame-ramene. Arek-arek Dishub karo Satpol PP tak kumpulno, aku njaluk mereka teges,” tegasnya.
Aturan Baru: Motor Dilarang di Jalan, Mobil Wajib Parkir Sirip
Terkait tata ruang dan parkir yang selama ini kacau, Eri memberikan perintah jelas:
– Motor: Tidak boleh lagi parkir di badan jalan. Seluruh kendaraan roda dua harus diarahkan ke area parkir di belakang Terminal Ampel.
– Mobil: Wajib parkir dengan sistem sirip atau miring, sesuai dengan markah jalan yang sudah tersedia.
“Dishub saya minta untuk mengarahkan ke belakang Terminal Ampel. Tidak boleh lagi ada motor yang parkir di badan jalan. Mobil harus parkir sirip/miring, sesuai markah yang ada di sana,” perintah Eri.
Untuk menindak oknum yang bandel dan mengganggu ketertiban, Eri meminta Satpol PP bekerja maksimal. Bahkan, ia mengancam akan menurunkan Satgas Antipreman untuk menjamin keamanan dan kepentingan umum tidak dikalahkan oleh oknum tertentu.
“Satpol PP juga saya minta bantu menertibkan yang tidak mau diatur. Kami juga akan turunkan Satgas Antipreman. Tidak boleh ada yang mengalahkan kepentingan umum!” tegasnya.
Imbauan Bayar Non-Tunai, Jangan Takut Lapor
Eri mengakui bahwa menata kawasan Ampel menjadi tantangan berat bagi Pemkot Surabaya, namun pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia pun mengimbau seluruh peziarah untuk lebih waspada.
“Jujur, menata Ampel iki dadi tantangan gawe Pemkot. Awak dewe nggak isok ijenan,” ujarnya.
Kepada masyarakat yang berziarah, baik dari Surabaya maupun luar kota, Eri meminta untuk selalu menggunakan sistem pembayaran parkir non-tunai. Jika mengalami pemalakan atau pungutan liar, langsung laporkan.
“Tulung bayar parkir gawe nontunai. Misal awakmu dipalak, lapor nang petugas sing standby nang kono. Misal sek durung puas, ngelapor’o nang hotlineku,” pungkas Eri. (*)






