KabarBaik.co, Surabaya – Sebuah insiden kriminal dengan plot twist terjadi di Surabaya. Seorang jambret justru menghubungi layanan darurat polisi 110 usai melakukan aksinya. Seperti apa ceritanya?
Kisah unik ini dibagikan langsung oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Dr. Luthfie Sulistiawan, melalui akun Instagram pribadinya @luthfie.daily. Dalam unggahan tersebut, terungkap bagaimana sang pelaku merasa perlindungan hukum jauh lebih aman daripada menghadapi massa yang emosi.
Terjepit di Gang Buntu
Peristiwa ini bermula saat sebuah kelompok jambret beranggotakan empat orang beraksi di jalanan Surabaya. Kelompok ini dikenal cukup terorganisir dengan target spesifik perempuan. Mereka berbagi peran secara rapi—mulai dari eksekutor hingga pemantau situasi. Kelompok ini mengaku telah sukses menjalankan aksinya sebanyak tiga kali.
Namun, pada aksi keempat di kawasan Sukomanunggal, keberuntungan mereka habis. Warga yang melihat tindakan tersebut spontan berteriak dan melakukan pengejaran. Tiga pelaku berhasil memacu motor dan meloloskan diri ke arah berbeda, namun satu pelaku bernasib sial.
Ia memacu kendaraannya masuk ke sebuah lorong sempit yang ternyata merupakan gang buntu.
Panggil Polisi demi Keselamatan
Merasa terpojok dan mendengar deru langkah warga yang semakin dekat, pelaku yang panik ini bertemu dengan sepasang suami istri di ujung gang. Alih-alih mengancam, ia justru memelas dan memohon kepada pasangan tersebut untuk segera menelepon nomor darurat polisi 110.
Baginya, ditangkap polisi dan masuk penjara adalah pilihan yang jauh lebih baik daripada menjadi bulan-bulanan warga yang sudah mengepung lubang keluar gang.
Respons Kepolisian
Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan mengaku hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah laku tersangka. Situasi di mana seorang kriminal yang tengah diburu justru mencari perlindungan kepada penegak hukum dianggap sebagai momen yang sangat langka.
“Ia menilai perlindungan dari polisi lebih aman dibandingkan harus berhadapan langsung dengan amarah warga,” tulis takarir dalam unggahan tersebut.
Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolrestabes Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut, sementara tiga rekan sindikat lainnya masih dalam pengejaran petugas. Polisi mengapresiasi warga yang tidak melakukan aksi main hakim sendiri dan tetap mengikuti prosedur hukum yang berlaku. (*)







