KabarBaik.co, Bojonegoro – Insiden kebakaran yang melanda gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Sumberagung, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, berdampak pada penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi ribuan warga penerima manfaat.
Camat Baureno, Dery Aprilian, mengatakan bahwa usai kejadian kebakaran tersebut, pihak kecamatan langsung berkoordinasi dengan pengelola SPPG Sumberagung. Dari hasil koordinasi itu, diputuskan bahwa penyaluran MBG untuk sementara waktu dihentikan.
“Dari hasil koordinasi usai insiden kebakaran yang terjadi tadi malam, maka diputuskan penyaluran MBG bagi warga Baureno dihentikan sementara,” ujar Dery, Senin (2/2).
Sebelumnya, dapur SPPG Sumuragung/Baureno tercatat melayani sebanyak 3.284 jiwa penerima manfaat MBG yang tersebar di berbagai kelompok sasaran. Rinciannya meliputi 465 balita, 884 anak PAUD/TK, 582 siswa SD kecil, 607 siswa SD besar, 336 siswa SMP/MTs, 31 siswa SMA/SMK, 6 santri pondok pesantren, 230 ibu hamil dan ibu menyusui (bumil/busui), serta 143 PIC lembaga sekolah.
Selain itu, penyaluran MBG tersebut mencakup 51 lembaga pendidikan dan layanan di wilayah Baureno dan sekitarnya, mulai dari kelompok bermain, PAUD, RA/TK, MI, SD, SMP, SMK, hingga pondok pesantren. Beberapa di antaranya antara lain MI Mansyaul Huda, MI Muhammadiyah 19, SMPN 3 Baureno, MI Tanwirul Hija, SDN Tlogoagung 1 dan 2, SDN Trojalu, serta sejumlah PAUD, RA, dan TK di Desa Sumuragung, Gunungsari, Tlogoagung, Selorejo, dan Trojalu.
Selain itu, dapur SPPG Sumuragung juga melayani program MBG kategori B3 (Balita, Bumil, Busui) dengan total sasaran sebanyak 695 jiwa, terdiri dari 465 balita, 97 ibu hamil, dan 133 ibu menyusui. Sebarannya meliputi Desa Sumuragung, Gunungsari, Tlogoagung, Selorejo, dan Trojalu, dengan jumlah penerima yang bervariasi di tiap desa.
“Penghentian sementara penyaluran MBG ini dilakukan sembari menunggu penanganan pascakebakaran dan kesiapan kembali operasional dapur SPPG,” pungkas Dery.
Sebelumnya, kebakaran yang melanda SPPG Sumuragung terjadi pada Selasa dini hari. Diduga kuat kebakaran akibat dipicu oleh kebocoran selang regulator kompor saat aktivitas memasak MBG. Akibat kejadian tersebut, dua orang karyawan SPPG mengalami luka bakar, dan satu di rawat di RSUD Sosodoro Djatikusuma Bojonegoro. (*)






