Gerebek Gudang di Pace Nganjuk, Polisi Sita Dua Truk Modifikasi dan 3.600 Liter Solar Subsidi

oleh -113 Dilihat
Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Fadjar Kurniadhi dan kendaraan modifikasi hasil penggerebekan gudang ilegal di Kecamatan Pace. ( Agus Karyono)
Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Fadjar Kurniadhi dan kendaraan modifikasi hasil penggerebekan gudang ilegal di Kecamatan Pace. ( Agus Karyono)

KabarBaik.co, Nganjuk – Komitmen aparat kepolisian dalam memberantas penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali membuahkan hasil.

Unit Pidana Khusus (Pidsus) bersama Resmob Polres Nganjuk berhasil membongkar praktik penimbunan BBM bersubsidi ilegal di sebuah gudang yang berlokasi di Desa Joho, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk.

Operasi tangkap tangan yang berlangsung taktis ini dilakukan pada Selasa (26/5) sekitar pukul 00.30 WIB dini hari.

“Ya benar, digerebek dini hari tadi di Desa Joho Pace” ujar Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Fadjar Kurniadhi saat dikonfirmasi terkait operasi tersebut.

Dalam penggerebekan yang berlangsung cepat tersebut, petugas di lapangan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang dirancang khusus oleh para pelaku untuk mengeruk keuntungan pribadi secara ilegal.

Polisi menyita dua unit truk yang bagian tangkinya telah dimodifikasi sedemikian rupa, selang penyuplai, alat penyedot BBM, serta ribuan liter solar bersubsidi yang siap diedarkan ke pasar gelap.

“Kita amankan dua truk yang telah dimodifikasi, selang, alat penyedot BBM, juga 3.600 liter BBM subsidi jenis solar,” tambah AKP Fadjar Kurniadhi.

Selain mengamankan ribuan liter solar dan armada modifikasi, petugas juga langsung meringkus para pelaku yang berada di lokasi.

Polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam jaringan ini, termasuk sang pemilik gudang berinisial S yang merupakan warga Karangjati.

Tiga tersangka lainnya diketahui berasal dari luar kota, yakni A warga Madiun, O warga Grobogan, dan U warga Semarang.

“Saat ini, S dan rekan-rekannya yang berhasil diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Unit Pidana Khusus Satreskrim Polres Nganjuk,” pungkas AKP Fadjar Kurniadhi.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan mendalam guna mengungkap apakah ada keterlibatan jaringan yang lebih luas atau mafia BBM yang beroperasi di luar wilayah Nganjuk.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.