GPM Sasar Desa Miskin Ekstrem, 1.343 Keluarga di Taman Ayu Lombok Barat Terima Bantuan Pangan

oleh -80 Dilihat
IMG 20260607 WA0024
Warga Lombok Barat antusias menyerbu kebutuhan bahan pokok yang disediakan pada Gerakan Pangan Murah. (Foto: Arief Rahman) 

KabarBaik.co, Lombok Barat – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Program ini difokuskan untuk membantu masyarakat di wilayah miskin ekstrem sekaligus menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah mengatakan, GPM menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memastikan masyarakat, khususnya di daerah pelosok, tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Ini bentuk kepedulian pemerintah terhadap rakyatnya, termasuk di daerah-daerah pelosok. Kita harus memberikan pelayanan, terutama dalam penyediaan bahan pangan murah kepada masyarakat,” ujar Mirza. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 1.343 keluarga menerima bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi Februari dan Maret.

Selain membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, GPM juga menjadi instrumen pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah. Mirza menegaskan upaya pengendalian harga pangan tidak bisa hanya mengandalkan satu instansi, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.

“GPM ini kita upayakan bersama. Jangan hanya mengandalkan Dinas Pertanian, tetapi seluruh pihak harus berkolaborasi untuk melakukan pengendalian inflasi agar harga pangan tetap terjangkau oleh masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan GPM akan dilakukan secara rutin setiap bulan di wilayah yang terindikasi mengalami kenaikan harga kebutuhan pokok. Program tersebut juga melibatkan pelaku UMKM yang menyediakan berbagai komoditas dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.

Berdasarkan pemantauan pemerintah dan data Badan Pusat Statistik (BPS), kelangkaan minyak goreng dan bahan bakar rumah tangga masih menjadi salah satu faktor utama penyumbang inflasi di sejumlah daerah di NTB.

“Kalau bulan ini satu titik, setiap bulan akan dilaksanakan GPM pada lokasi yang terindikasi mengalami kenaikan harga. Dari pantauan kami dan berdasarkan data BPS, bahan bakar rumah tangga dan minyak goreng menjadi penyumbang inflasi karena terjadi kelangkaan di hampir seluruh daerah di NTB,” jelasnya.

Menurut Mirza, sasaran utama GPM adalah desa-desa berdaya yang masuk kategori kemiskinan ekstrem. Melalui program tersebut, pemerintah berharap mampu menekan lonjakan harga kebutuhan pokok sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat. “Sasaran GPM banyak berada di desa berdaya dan fokus pada desa dengan tingkat kemiskinan ekstrem,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Taman Ayu, Muhammad Tajudin, menyambut baik pelaksanaan GPM karena dinilai membantu warga menghadapi kenaikan harga bahan pokok. “Dengan GPM ini diharapkan dapat menstabilkan harga-harga bahan pokok yang saat ini terus meningkat. Ini merupakan salah satu solusi dari Pemerintah Provinsi yang perlu terus dilaksanakan untuk menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya.

Tajudin berharap program serupa dapat terus berlanjut mengingat masyarakat masih menghadapi tingginya harga dan kelangkaan sejumlah komoditas penting, terutama beras dan minyak goreng.

“Harga yang ditawarkan cukup terjangkau. Apalagi saat ini yang paling langka adalah minyak goreng dan beras, sehingga program ini sangat dibutuhkan masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan sekali, tetapi terus berlanjut hingga kondisi ekonomi masyarakat semakin stabil,” katanya. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.