KabarBaik.co – Peringatan Hari Pekerja Migran Internasional (HPMI) 2025 menjadi momen bersejarah bagi Kabupaten Jember. Dalam ajang bergengsi Migrant Awards 2025, Bupati Jember Muhammad Fawait resmi dinobatkan sebagai Tokoh Inisiator Beasiswa Anak Pekerja Migran Indonesia di Jakarta pasa Sabtu (20/12).
Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Menteri P2MI/Kepala BP2MI Mukhtaruddin ini merupakan apresiasi atas konsistensi Gus Fawait dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI). Selama ini, kelompok tersebut seringkali menghadapi kendala akses pendidikan karena keterbatasan pendampingan orang tua.
Gus Fawait menyampaikan bahwa penghargaan ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan simbol tanggung jawab moral.
“Penghargaan ini saya dedikasikan sepenuhnya untuk seluruh pekerja migran Indonesia dan keluarga mereka. Beasiswa ini adalah ikhtiar kita agar anak-anak PMI tetap bisa bermimpi tinggi dan meraih cita-cita, meski orang tua mereka harus berjuang jauh di negeri orang,” ujar Gus Fawait.
Ia menambahkan bahwa pendidikan adalah instrumen utama untuk memutus rantai keterbatasan ekonomi. Melalui beasiswa ini, diharapkan ada keadilan akses bagi anak-anak migran untuk menatap masa depan yang setara.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember Yuliana Harimurti mengungkapkan, kebanggaannya atas prestasi ini. Ia mencatat bahwa Gus Fawait merupakan satu-satunya figur bupati di Indonesia yang menerima penghargaan pada ajang tersebut.
“Berbeda dengan daerah lain, Pemkab Jember secara eksplisit mengalokasikan kuota beasiswa untuk anak PMI. Program ini melengkapi kategori penerima lainnya seperti santri, kelompok kurang mampu, guru ngaji, dan pendidik agama,” katanya.
“Gus Bupati tercatat sebagai satu-satunya bupati yang menerima penghargaan ini. Selain beliau, penghargaan hanya diberikan kepada satu kepala daerah di tingkat provinsi. Ini membuktikan bahwa kebijakan di Jember diakui secara nasional,” tambah Yuliana.
Gus Fawait berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak guna memastikan perlindungan dan pemberdayaan keluarga migran terus berlanjut.
“InsyaAllah, ikhtiar ini akan terus kami lanjutkan sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan Jember Baru, Jember Maju,” pungkasnya.
Peringatan HPMI 2025 ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa di balik setiap tetes keringat pekerja migran, ada harapan besar anak bangsa yang harus dijaga bersama melalui solidaritas dan kebijakan yang berpihak pada kemanusiaan. (*)







