Harga Cabai Melonjak, Pemkab Trenggalek Berikan Subsidi untuk Kendalikan Inflasi

oleh -95 Dilihat
b62e5a64 c3b6 4ead a3cd ebeefe261e0d
Pedagang berjualan cabai di Pasar Basah Trenggalek. (Foto: Herlambang)

KabarBaik.co – Harga cabai di Trenggalek mengalami kenaikan signifikan, mencapai Rp 70 ribu per kilogram dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek untuk segera mengambil tindakan guna mencegah dampak inflasi yang lebih besar.

Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskomidag) Trenggalek mencoba mengatasi masalah ini dengan mengadakan operasi pasar murah. Sayangnya, upaya ini belum berhasil seperti yang diharapkan karena harga jual Diskomidag jauh lebih rendah, yang dianggap para pedagang pasar malah merusak pasaran.

Kepala Diskomidag Trenggalek, Saniran, menjelaskan bahwa solusi yang diambil saat ini dengan memberikan subsidi kepada pedagang pasar. “Kami memberikan subsidi berdasarkan jumlah cabai yang mereka jual. Misalnya, jika harga pasar Rp 67 ribu per kilogram, kami subsidi hingga menjadi Rp 55 ribu per kilogram,” tuturnya.

Subsidi ini diberikan kepada pedagang cabai di Pasar Basah dan Pasar Subuh, dengan jumlah pedagang yang menerima subsidi sekitar 20 orang. Fokus subsidi diberikan pada komoditas yang sangat dibutuhkan masyarakat, seperti beras dan cabai, yang juga merupakan penyumbang utama dalam indeks perubahan harga (IPH) di Trenggalek.

Saniran menyatakan bahwa berkat subsidi ini, harga cabai dan beras berhasil ditekan. “Saat ini, harga beras di Trenggalek berkisar Rp 11,3 ribu per kilogram dan cabai Rp 55 ribu per kilogram,” tandasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Herlambang
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.