Harga Daging Sapi di Sidoarjo Tembus Rp 135 Ribu, Warga Mulai Beralih ke Ayam dan Ikan

oleh -110 Dilihat
Lapak penjual daging di Pasar Krian, Sidoarjo. (Foto: Ist)
Lapak penjual daging di Pasar Krian, Sidoarjo. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Harga daging sapi lokal di Kabupaten Sidoarjo melonjak. Dalam beberapa waktu terakhir, harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp 120 ribu per kilogram kini menembus Rp 135 ribu per kilogram.

Kenaikan sekitar Rp 15 ribu per kilogram ini mulai terasa di tingkat pedagang. Mahalnya harga membuat sebagian konsumen menahan pembelian daging sapi dan memilih protein hewani lain yang lebih terjangkau.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Produksi Peternakan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Sidoarjo drh. Erwin Priatmoko, mengatakan lonjakan harga tersebut salah satunya dipicu terbatasnya pasokan sapi hidup dari daerah pemasok.

“Kalau harga normal daging sapi lokal sekitar Rp 120 ribu per kilogram, sekarang bisa mencapai Rp 135 ribu. Naik sekitar Rp 15 ribu dari harga normal,” ujarnya, Minggu (23/8).

Menurut Erwin, stok sapi dari sejumlah daerah pemasok mengalami penurunan. Kondisi itu diperparah tingginya permintaan sapi untuk kebutuhan Hari Raya Kurban beberapa waktu lalu sehingga ketersediaan sapi di sentra pemasok ikut menipis.

Pasokan sapi jenis Beef Cattle (BX), termasuk dari wilayah Malang, juga mengalami keterbatasan. Akibatnya, Rumah Potong Hewan (RPH) Krian dan sejumlah RPH di sekitar Sidoarjo harus mencari sapi hidup dengan harga yang lebih tinggi.

Tak hanya pasokan yang terbatas, harga sapi di tingkat peternak juga ikut terdongkrak. Mahalnya pedet atau anakan sapi serta meningkatnya biaya pakan membuat ongkos pemeliharaan ternak semakin besar.

Situasi semakin berat karena musim kemarau menyebabkan ketersediaan rumput berkurang. Peternak kemudian harus menambah pakan konsentrat yang harganya juga relatif tinggi.

“Harga beli pedet mahal, harga pakan tinggi. Saat musim kemarau, jumlah rumput di sentra sapi berkurang,” jelasnya.

Kenaikan harga sapi dari peternak akhirnya merembet hingga ke pasar. Pedagang daging sapi pun berada dalam posisi sulit karena menaikkan harga berisiko membuat pembeli semakin sepi.

Di sisi lain, jika pedagang tetap mempertahankan harga lama, keuntungan yang diperoleh semakin tipis. Kondisi tersebut mulai berdampak terhadap omzet penjualan daging sapi.

“Kalau harga daging dinaikkan, daya beli turun. Sementara harga sapi di tingkat peternak sudah tinggi. Ini yang membuat pedagang dilema,” ungkap Erwin.

Mahalnya daging sapi membuat konsumen mulai mencari alternatif. Ayam ras, telur ayam hingga ikan segar menjadi pilihan karena harganya dinilai lebih terjangkau untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga.

Erwin menambahkan, Sidoarjo bukan merupakan daerah sentra peternakan sapi sehingga kebutuhan sapi hidup masih bergantung pada pasokan dari daerah luar.

“Sidoarjo ini bukan daerah peternak, sehingga sapi didapatkan dari daerah luar Sidoarjo. Ketika harga sapi tinggi, pembeli berkurang dan beralih ke protein hewani seperti ayam ras, telur ayam dan ikan segar,” katanya.

Dispaperta Sidoarjo menyebut pergerakan harga daging sapi tidak bisa ditekan secara langsung di tingkat daerah. Harga sangat dipengaruhi ketersediaan sapi, biaya pakan, distribusi dan kondisi pasokan dari daerah pemasok.

Dengan harga daging sapi yang kini mencapai Rp 135 ribu per kilogram, masyarakat pun harus merogoh kocek lebih dalam jika ingin tetap membeli daging sapi di tengah terbatasnya pasokan dan tingginya biaya pemeliharaan ternak.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.