Wajah Depo Pasar Ikan Sidoarjo Bakal Berubah, Pemkab Siapkan Penataan Menyeluruh

oleh -383 Dilihat
Tampak paving rusak yang ada di Depo Pasar Ikan Sidoarjo. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)
Tampak paving rusak yang ada di Depo Pasar Ikan Sidoarjo. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Di balik ramainya aktivitas jual beli ikan setiap hari, Depo Pasar Ikan (DPI) yang terletak di Jalan Raya Lingkar Timur, Sidoarjo, masih menyimpan sejumlah persoalan klasik. Mulai dari genangan air saat hujan, saluran yang belum tertata optimal, hingga limbah ikan yang kerap menimbulkan bau menyengat.

Kondisi itu kini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo yang bersiap melakukan penataan menyeluruh demi menghadirkan pasar ikan yang lebih bersih, tertata, dan ramah lingkungan.

Melalui Dinas Perikanan, Pemkab Sidoarjo menyiapkan sejumlah program pembenahan yang menyasar infrastruktur dan pengelolaan lingkungan pasar. Mulai dari penyelesaian paving jalan, penataan drainase, pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga sistem pengelolaan limbah yang lebih baik menjadi bagian dari upaya mengubah wajah pasar ikan yang selama ini identik dengan kesan kumuh dan kurang nyaman.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo Yunan Khoiron, mengatakan pembenahan saat ini diawali dengan melanjutkan pekerjaan paving jalan yang sebelumnya belum terselesaikan. Menurutnya, perbaikan akses jalan menjadi langkah awal untuk meningkatkan kenyamanan pedagang maupun pengunjung yang beraktivitas di kawasan pasar ikan.

“Sekarang ini kami masih melanjutkan pekerjaan jalan yang kemarin belum selesai dipaving. Yang belum tertangani akan kami upayakan untuk dipaving,” ujar Yunan pada KabarBaik.co, Kamis (11/6).

Setelah perbaikan jalan, perhatian akan diarahkan pada pembenahan saluran drainase yang selama ini menjadi salah satu penyebab munculnya genangan saat hujan turun. Penataan saluran tersebut akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.

“Ke depan saya juga ingin menata saluran-saluran yang ada. Untuk itu mungkin kami menunggu penganggaran pada tahun berikutnya,” katanya.

Yunan menilai kondisi bangunan pasar yang sederhana bukan persoalan utama. Baginya, faktor terpenting adalah menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman sehingga masyarakat kembali tertarik datang berbelanja. Pasar yang bersih, menurutnya, akan lebih menarik dibanding bangunan yang megah namun tidak terawat.

“Sebagian besar bangunan di sana memang masih sederhana. Tetapi kalau pasar ikan tadi sudah bersih, orang akan kembali datang. Bangunannya mungkin tidak mewah, tetapi kalau bersih tentu berbeda,” ungkapnya.

Kawasan DPI sendiri terdiri atas pasar ikan hidup dan pasar ikan konsumsi yang setiap hari menjadi pusat transaksi berbagai jenis ikan laut maupun ikan tawar. Tingginya aktivitas perdagangan tersebut menghasilkan limbah dalam jumlah cukup besar, mulai dari sisa ikan, air bekas pencucian, hingga kotoran ikan yang membutuhkan pengelolaan khusus agar tidak mencemari lingkungan.

Karena itu, pembangunan IPAL menjadi salah satu prioritas dalam rencana penataan kawasan. Hingga kini, fasilitas pengolahan limbah yang memadai masih belum tersedia sehingga limbah pasar berpotensi menimbulkan bau tidak sedap dan mengurangi kenyamanan pengunjung.

“Memang perlu ada pemeliharaan atau revitalisasi. Mulai sekarang harus kita pikirkan juga salurannya. Paling tidak harus ada IPAL, pengelolaan sampah dan sistem pengelolaan lingkungan yang baik. Kalau saya bicara IPAL, itu memang wajib. Dengan kondisi saat ini memang belum ada,” tegas Yunan.

Menurutnya, seluruh limbah yang dihasilkan dari aktivitas perdagangan ikan harus dipilah dan dikelola secara baik agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar. Selain membenahi infrastruktur, Dinas Perikanan juga akan melakukan pembinaan kepada para pelaku usaha agar lebih disiplin dalam menjaga kebersihan dan membuang limbah pada tempat yang telah disediakan.

“Setelah saya masuk ke sini, saya ingin melakukan penataan secara menyeluruh. Penataan infrastruktur, sekaligus penataan perilaku para pelaku usaha di sana agar lebih tertib dalam membuang limbah,” ujarnya.

Ke depan, sistem drainase dan pengelolaan limbah akan dirancang terintegrasi dengan seluruh aktivitas yang ada di kawasan pasar, termasuk warung-warung di sekitar lokasi. Pemkab Sidoarjo berharap penataan tersebut mampu mengubah citra Depo Pasar Ikan menjadi kawasan perdagangan yang lebih bersih, nyaman, dan ramah lingkungan sehingga semakin banyak masyarakat yang datang berbelanja.

“Kalau orang tidak malas datang dan semakin banyak yang berbelanja, pertumbuhan ekonominya juga akan meningkat dibandingkan sekarang. Sebaliknya, kalau terlihat kumuh dan semrawut, orang akan enggan datang,” pungkasnya.

Meski masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas pendukung, penataan kawasan DPI akan dilakukan secara bertahap. Dengan pembenahan yang berkelanjutan, pasar ikan terbesar di Sidoarjo itu diharapkan dapat berkembang menjadi pusat perdagangan perikanan yang lebih modern, sehat, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.