Harga Kedelai Melonjak Dampak Konflik Timur Tengah, Laba Produsen Tahu Makin Mepet

oleh -134 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 07 at 5.15.35 PM 1
Aktivitas produsen tahu di Lingkungan Mantup, Kelurahan Kramat, Nganjuk (ist)

KabarBaik.co, Nganjuk – Dampak gejolak harga pangan akibat konflik di Timur Tengah kini mulai terasa di tingkat pelaku usaha. Kenaikan harga kedelai yang cukup signifikan membuat para produsen tahu di Nganjuk kebingungan.

Salah satunya dialami Sumiatun, 70, pemilik usaha tahu rumahan di Lingkungan Mantup, Kelurahan Kramat, yang sudah menggeluti bisnis ini sejak tahun 1988.

“Naiknya sudah sejak awal bulan puasa kemarin,” ujar Sumiatun, Selasa (7/4).

Sumiatun mengungkapkan lonjakan harga terjadi cukup drastis. Dari sebelumnya hanya berkisar Rp 8.000 hingga Rp 9.000 per kilogram, kini harga kedelai tembus hingga Rp 11.000 per kilogram. Kondisi ini membuatnya berada dalam posisi yang sangat dilematis.

“Belum berani naik. Takut nanti geger sama bakul,” imbuhnya menjelaskan alasannya masih menahan diri untuk tidak menaikkan harga jual.

Padahal, biaya produksi kini membengkak. Satu masakan membutuhkan sekitar 18 kg kedelai dengan biaya yang kini mencapai Rp 260 ribu hingga Rp 270 ribu per masakan. Dalam sehari ia bisa memproduksi hingga 30 masakan, termasuk pasokan rutin untuk program pemerintah.

“Ini ada pesanan rutin juga dari dapur MBG, 4 sampai 6 masakan per hari,” ujarnya.

Untuk menjaga kepercayaan pasar, Sumiatun memilih tidak mengurangi ukuran atau kualitas tahu yang dihasilkan. Konsekuensinya, margin keuntungan pun semakin menipis drastis.

“Keuntungannya sekarang mepet, ya gimana lagi,” ucapnya pasrah.

Para perajin tahu di wilayah lain seperti Sumengko, Nglaban, hingga Kapas, ternyata juga kompak menahan kenaikan harga dan menjadikan Sumiatun sebagai acuan atau pemimpin pasar.

“Yang lain juga belum ada yang naik. Katanya nunggu saya dulu,” ungkapnya.

Hingga saat ini, ia tetap memproduksi tahu seperti biasa dengan mempekerjakan 11 karyawan, meski beban biaya operasional semakin berat. Namun ia memperingatkan, jika harga kedelai terus merangkak naik, kenaikan harga jual kemungkinan besar akan segera diterapkan dalam waktu dekat. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.