Harga Minyak Goreng Naik, Stok Minyakita di Kota Blitar Kosong

oleh -72 Dilihat
IMG 20260422 WA0036 scaled
Stok minyak di Toko Bali Jaya. (Foto: Calvin BT) 

KabarBaik.co, Blitar – Kenaikan harga minyak goreng mulai dirasakan pelaku usaha di Kota Blitar. Sejumlah toko mengaku harga berbagai merek minyak goreng mengalami kenaikan sejak awal April 2026, atau setelah momen Lebaran.

Pemilik Toko Bali Jaya, Budi Setiawan, mengatakan hampir semua jenis minyak goreng mengalami kenaikan harga, baik kemasan maupun curah. “Semua naik. Mulainya awal April, setelah Lebaran itu,” ujarnya, Rabu (22/4).

Budi menjelaskan, kenaikan harga minyak goreng kemasan berkisar sekitar 5 persen. Misalnya, harga minyak yang sebelumnya di kisaran Rp 24 ribu per liter kini naik menjadi sekitar Rp 25 ribu.“Rata-rata naik sekitar 5 persen, baik kemasan 1 liter maupun 2 liter,” jelasnya.

Sementara itu, minyak goreng curah juga mengalami kenaikan. Saat ini, harga minyak curah mencapai Rp 20 ribu per kilogram, dari sebelumnya sekitar Rp 19.500 sebelum Lebaran.

Tak hanya kenaikan harga, kelangkaan juga terjadi pada salah satu merek subsidi, yakni Minyakita. Budi mengaku sudah tidak mendapatkan pasokan sejak bulan puasa hingga setelah Lebaran. “Minyakita kosong. Sudah dari puasa sampai sekarang belum dapat,” katanya.

Padahal, sebelumnya pasokan minyak tersebut rutin diterima setiap dua minggu sekali dengan sistem distribusi campuran. Dalam sekali pengiriman, toko biasanya mendapatkan sekitar 500 karton, terdiri dari 250 karton Minyak Kita dan 250 karton minyak non-subsidi.

“Biasanya dapat, tapi harus ambil yang lain juga. Sekarang sudah tidak ada sama sekali,” ungkapnya.

Menurut Budi, kenaikan harga minyak goreng dipengaruhi kondisi global, terutama kenaikan harga minyak bumi. Hal ini berdampak pada harga bahan baku minyak goreng, termasuk Crude Palm Oil (CPO), serta biaya produksi kemasan plastik.

“Pengaruhnya dari minyak bumi. Bahan bakar naik, CPO ikut naik, kemasan juga kena karena bahan plastik dari minyak,” jelasnya.

Meski sempat terjadi keterlambatan pasokan, ia memastikan stok minyak goreng secara umum masih tersedia di pasaran, meski distribusinya tidak selalu lancar. “Stok ada, tapi kadang terlambat datangnya,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin BT
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.