KabarBaik.co, Bojonegoro – Harga minyak goreng kemasan sederhana merek Minyakita kembali dikeluhkan para pedagang eceran karena dinilai melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Padahal pihak Perum Bulog memastikan tidak ada perubahan kebijakan terkait HET.
Erna Fitrianti, salah satu pedagang di Pasar Wisata (Parwis) mengungkapkan bahwa harga Minyakita mengalami kenaikan dan bahkan sempat langka di pasaran. “Iya, harga Minyakita naik ini. Bahkan kosong di pasaran,” ujarnya, Rabu (23/4).
Ia menyebutkan, harga eceran Minyakita saat ini mencapai Rp 21.000 per kemasan. Kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama dan tidak sesuai dengan HET yang ditentukan pemerintah. “Sudah lama. Tidak sesuai HET yang ditentukan pemerintah,” tambahnya.
Sementara itu, pedagang lain bernama Andrian mengatakan bahwa harga Minyakita di tokonya relatif stabil. Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga sudah terjadi sejak awal bulan puasa, dari Rp 18.000 menjadi Rp 20.000 per kemasan.
“Stabil di kami, eceran Rp 20.000 per kemasan. Kalau karton memang naik, tapi saya kurang paham harga pastinya,” jelasnya.
Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Kantor Cabang (Kanca) Perum Bulog Bojonegoro, Umar Said, menyampaikan bahwa stok Minyakita di pihaknya mencapai 377.586 liter per Selasa (22/4). Stok tersebut diperuntukkan bagi wilayah Bojonegoro, Lamongan, dan Tuban.
“Ini total stok kami untuk Bojonegoro, Lamongan, dan Tuban. Untuk HET tidak ada perubahan,” tegasnya. (*)






